• News
  • Yonif Raider 323/BP Kostrad Gelar Latihan Pengamanan Pemilu 2019

Yonif Raider 323/BP Kostrad Gelar Latihan Pengamanan Pemilu 2019


Banjar - Sebagai upaya mengantisipasi hal-hal buruk yang terjadi dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan yakni Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 akibat pergerakan massa yang terlalu banyak dan tak terkontrol, Ratusan personel Batalyon Infanteri Raider 323/Buaya Putih Kostrad melaksanakan Apel gelar latihan pengamanan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Mangkalana Digjayana, Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (12 Februari 2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, Waka Polresta Banjar, Kompol Drs. Ade Najmulloh, Dandim 0613/Ciamis yang diwakili oleh Pabung Kota Banjar, Kapten Arm Yuni Aryadi, Subdenpom Kota Banjar, Kepala Pengadilan Agama Kota Banjar, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Banjar, perwakilan Komisioner KPU Kota Banjar dan Komisioner Bawaslu Kota Banjar.

Dalam apel tersebut, bertindak sebagai inspektur Apel, Danyonif Raider 323/BP, Letkol Inf Agust Jovan Latuconsina, M.Si., dan bertindak sebagai peserta Apel yakni ratusan personel gabungan yang terdiri dari Prajurit Yonif Raider 323/BP, personel Kepolisian Resor (Polres) Kota Banjar, Satpol PP Kota Banjar, Pemadam Kebakaran dan juga PMI Kota Banjar.

Latihan pengamanan ini akan diselenggarakan selama tiga hari dan dalam tiga hari tersebut sudah lengkap dilaksanakan mulai dari teori dan sosialisasi tentang tahapan pemilu kemudian real teknis tentang pengendalian massa samapi nanti di hari terakhir kita tutup dengan pelaksanaan demonstrasi pengendalian massa.

Danyonif Raider 323/BP, Letkol Inf Agust Jovan Latuconsina, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program Pimpinan dari Komando Atas yang secara terstruktur dan salah satunya dilaksanakan di Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad. Dengan menggandeng seluruh instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Pemilu 2019 mendatang.

"Kita melibatkan beberapa instansi pada saat pelatihan diantaranya, Kepolisian, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, PMI dan tidak kalah pentignya juga adalah dari KPU Kota Banjar serta Bawaslu Kota Banjar," tutur Jovan.

Dijelaskan Jovan bahwa dalam pelatihan pengamanan tersebut tidak hanya praktik di lapangan saja, melainkan ada juga pemberian materi dalam ruangan yang berisikan teori-teori pengendalian massa dan sosialisasi dari Bawaslu dan KPU Kota Banjar.

"Tidak kalah pentingnya juga sosialisasi dari KPU dan Bawaslu Kota Banjar kepada rekan-rekan prajurit tentang tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilu, sehingga kita dapat mengetahui lebih pasti tanggal-tanggal yang dianggap paling rawan apabila ada kegiatan-kegiatan Kampanye yang beskala masiv di daerah Kota Banjar untuk mengantisipasi kejadian buruk apabila ada kerusuhan massa," terangnya.

Lebih lanjut Jovan menambahkan, sementara untuk kepolisian dan Satpol PP akan menyampaikan teori tentang pengendalian massa. Sedangkan PMI Kota Banjar mengisi teori tentang penanganan korban dilapangan, sehingga kita juga mengantisipasi apabila terjadi keos ada korban-korban dilapangan bisa mengantisipasi untuk menyelamatkan nyawa segera.

Dalam latihan ini, Jovan berharap dapat meningkatkan koordinasi ataupun sinegitas TNI-Polri. Walaupun domain dari pihak kepolisian dalam hal ini yang membidangi keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun sebagai salah satu tugas TNI yang diatur dalam UU nomor 34 pun TNI ada unsur perbantuan kepada Polri.

"Diharapkan supaya kita bisa lebih terkoordinasi, apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan tidak lagi terdadak, kita sudah memang menyiapkan latihan sudah terkoordinasi sehingga penanganannya bisa lebih cepat," pugkasnya.//yuli.