• News
  • Unit Satbara Polres Cilacap Tangkap 6 Tersangka Penyalahgunaan Obat Berbahaya

Unit Satbara Polres Cilacap Tangkap 6 Tersangka Penyalahgunaan Obat Berbahaya


Cilacap - Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto SIK MH melalui Kasat Narkoba, AKP AKP Koliq Salis Hirmawan SH berhasil menangkap 6 tersangka terkait penyalahgunaan obat berbahaya selama bulan Juli sampai Agustus tahun 2019.

Hal tersebut dilakukan sebagai wujud nyata pihak kepolisian kepada masyarakat dalam menjaga kamtibmas dan meminimalisir tidak yang terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap.
Saat konferensi pers, Selasa (10 September 2019) lalu, Kapolres Cilacap, Polda Jateng, AKBP Djoko Julianto SIK MH melalui Kasat Narkoba, AKP Koliq Salis Hirmawan SH mengatakan ada 6 tersangka terkait penyalahgunaan obat berbahaya berhasil ditangkap Sat narkoba Polres Cilacap selama bulan Juli sampai Agustus 2019.

Pelaku yang berhasil ditangkap adalah SLH warga Wanareja Cilacap, AL warga Majenang Cilacap, FR warga Donan Cilacap terkait kasus penyalahgunaan nerkoba dan pelaku FSL warga Gampong Jaumpa Aceh Utara, JML, warga Peureulak Barak Aceh Timur serta YD warga Palmerah Jakarta Barat terkait kasus penyalahgunaan obat berbahaya.

Dari penangkapan tersebut, sambung Koliq, petugas berhasil menyita barang bukti ganja seberat 7,1 gram, tembakau sinte seberat 5,7 gram, sabu seberat 1,5 gram, Tramadol 140 butir, Trihexyphenidyl 900 butir serta Pil warna kuning bertuliskan mf 4790 butir.

Menurutnya, disini ada kasus yang menarik terutama terkait peredaran obat berbahaya. Dimana ketiga pelaku dari luar Cilacap yang mencoba peruntungannya di wilayah Cilacap,dan baru 9 hari tiba di Kawunganten untuk memasarkan obat berbahaya yang berhasil ditangkap.

“Pelaku menyewa toko kelonthong, kemudian sambil menawarkan obat dan menyimpanya di semak-semak belukar. Jika ada yang menanyakan langsung diambil ke belakang,” tambah Kasat Narkoba.

Ditambahkan Koliq, pelaku menjual obat dengan harga 10 ribu 1 paket berisi 6 butir pil warna kuning dengan sasaran konsumen anak-anak muda, anak punk, bahkan ada juga pelajar, dimana obat tersebut mempunyai efek sebagai penenang yang dapat menimbulkan halusinasi dan khayalan.

Kholiq menambahkan dengan ini, pelaku dijerat dengan UU RI No. 5 Th. 1997 tentang Narkotika serta UU Ri No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kasat Narkoba menghimbau peredaraan narkotika sudah menjalar ke semua lini masyarakat bukan hanya di Kota Cilacap tapi sudah merambah ke kecamatan dan desa-desa, oleh karena itu kepada orang tua agar lebih berperan aktif mengecek kegiatan dan keberadaan anak-anaknya baik disekolah atau dilingkungan pergaulannya,jangan segan-segan cek HP jika ada chatingan yang mencurigakan di hp tersebut” pungkas Kasat Narkoba.//Heru.