• News
  • Ungkap Kronologi Kasus Mutilasi Disertai Pembakaran, Polres Banyumas Gelar Konferensi Pers

Ungkap Kronologi Kasus Mutilasi Disertai Pembakaran, Polres Banyumas Gelar Konferensi Pers


Purwokerto - Kepolisian Resor Banyumas menggelar Konferensi Pers kasus penemuan kepala dan tangan korban mutilasi di Dusun Plana, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas, Senin (15 Juli 2019).

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K. dalam keteranga Persnya mengungkapkan, korban adalah KW (51), wanita asal Bandung yang menjadi korban pembunuhan dan mutilasi oleh Deni Prianto (37), asal Banjarnegara. Pelaku juga merupakan residivis kasus penculikan mahasiswi yang baru dua bulan bebas.

Dijelaskan oleh Kapolres bahwa, kasus pembunuhan dan mutilasi ini berawal dari perkenalan korban dengan pelaku melalui media sosial facebook. Korban yang termakan bujuk rayu pelaku akhirnya menjalin hubungan gelap. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh pelaku DP untuk kepentingan dirinya sendiri, seperti meminjam uang sebesar Rp 20 juta.

Seiring waktu, pelaku bingung karena korban meminta untuk dinikahi hingga menagih uang yang dipinjamnya. Dari situlah pelaku merencanakan aksinya dengan mengajak korban bertemu di sebuah kontrakan.

Pertemuan dilakukan pada hari Jumat (5 Juli 2019), dan melakukan pertemuan kembali di tempat yang sama pada hari Minggunya, dan pada sore harinya dilakukan pembunuhan.

"Jadi sebelum pertemuan yang keduanya, di hari sebelumnya pelaku membeli sebuah palu yang kemudian disembunyikan di bawah kasur. Dan pada saat berhubungan, palu tersebut dipukulkan ke kepala korban sebanyak tiga kali," terang Kapolres.

Pelaku bahkan telah mempersiapkan alat berupa golok hingga wadah untuk menyimpan potongan tubuh korbannya dalam dua buah boks, wadah dan golok tersebut di beli pelaku pada hari berikutnya. Usai memutilasi korbannya, pelaku kemudian mengangkut potongan tubuh itu ke dalam mobil milik korban dan membawanya pulang ke Banjarnegara.

Kapolres juga menerangkan, pelaku tiba di Banjarnegara sekitar pukul 05.00 pagi. Dan sekitar jam 07.00 pelaku membuang dan membakar potongan tubuh korban ke Dusun Pladi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, dan sekitar pukul 11.00 pelaku meninggalkan lokasi pembuangan pertama menuju ke lokasi pembuangan yang kedua di wilayah Kebumen.

Menurutnya, dari keterangan pelaku, saat melakukan pembuangan dan pembakaran sisa potongan tubuh korban, pelaku sempat membeli ban bekas di sebuah bengkel. Hal tersebut dilakukan pelaku lantaran pada pembakaran pertama dirinya mengalami kesulitan.

"Karena kesulitan pada pembakaran di TKP pertama, di perjalanan pelaku membeli ban mobil bekas untuk bahan pembakaran di TKP keduanya," jelas Kapolres.

Sekitar pukul 2.00 WIB, tepatnya di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen pelaku kembali melakukan pembuangan dan pembakaran sisa potongan tubuh korban.

"Dilokasi ini pelaku merasa menemukan lokasi yang tepat, dimana jalan tersebut sepi dari lalu lalang kendaraan dan di tempat itu juga ada gorong-gorong besar. Disitulah pelaku membakar sisa potongan tubuh korban," jelas Kapolres.

Pelaku pembunuhan, mutilasi dan pembakaran jasad yakni Deni Prianto kemudian dibekuk pada Kamis (11 Juli 2019) di Purwokerto. Deni ditangkap saat akan bertransaksi menjual mobil Korban. Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti termasuk mobil korban. Atas perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 340 dan 365 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.//ip