• News
  • Tradisi Megengan Diharapkan Tetap Lestari

Tradisi Megengan Diharapkan Tetap Lestari


Banjarnegara - Pondok Pesantren Tanbughul Ghofilin Alif Baa, menyelanggarakan tradisi Megengan. Kegiatan ini merupakan tradisi kearifan lokal religi yang sudah berlangsung lama dan selalu diperingati oleh warga pondok dan lingkungan sekitar setiap tanggal 14 Bulan Sya’ban.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, Kapolres dan Wakapolres Banjarnegara, bersama sejumlah tokoh masyarakat serta tamu undangan dilaksanakan di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (20 April 2019) lalu. 

Sebagai pengasuh pondok pesantren Tanbughul Ghofilin Alif Baa, Gus Khayatul Makky menuturkan bahwa Megengan mempunyai arti bahagia. Tradisi ini, sudah ada sejak lama dan dirayakan oleh masyarakat sekitar disetiap tanggal 14 Bulan Sya'ban.

"Dalam tradisi Megengan, warga berkumpul untuk mendoakan orang tuanya baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, jadi ini tradisi yang baik sekali," tuturnya.

Dijelaskan Gus Khayatul Makky, sebagai anak, kita patut menghormati kedua orang tua kita. Sebab Ridhlo Allah itu karena Ridlonya orang tua.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono menyambut baik tradisi ini, karena mengandung nilai-nilai luhur. "Sehebat apapun kita, tak lepas dari didikan dan bantuan orang tua," kata Budhi.

Usai mengikuti prosesi tradisi Megengen, Budi berharap semoga tahun depan bisa hadir bersama keluarganya. Tradisi ini penuh dengan keteladanan dan kehangatan keluarga, saudara dan masyarakat. "Saya berharap teradisi ini terus lestari dan menjadi budaya untuk kita semua," pungkasnya.//memet.