• News
  • Tahun Baru Islam, Warga Kampung Siluman Gelar Acara Ngabumi

Tahun Baru Islam, Warga Kampung Siluman Gelar Acara Ngabumi


Banjar - Memyambut Tahun Baru Islam, warga Kampung Siluman, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, menggelar tradisi adat kebudayaan Hajat Bumi dengan mengangkat tema "Ngabumi". Ngabumi ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta, Tuhan YME.

Berbagai prosesi dilaksanakan dalam acara tersebut, diantaranya Nyakra Bumi, Kirab Ngabumi, Kirab Pusaka Majeti, Jamasan Pusaka Majeti, Gelaran Seni Tradisional, Dzikir Spiritual, Bubuka Lawang 7, Babad Wasiat Majeti, hingga Kala Saniscara Juru Kunci dan Budayawan. Acara tersebut berlangsung selama satu hari satu malam, dimulai sejak Hari Jumat malam kemudian dilanjutkan Hari Sabtu pagi sampai dengan malam hari, tanggal 6 dan 7 September 2019.

Prosesi puncak Kirab Ngabumi ini ditandai dengan berkumpulnya disekitaran depan pintu masuk Pulo Majeti. Mereka bersama-sama membawa makanan hasil bumi seperti tumpeng, sayuran, buah-buahan, dan makanan ringan mengelilingi gunungan hasil bumi.

Sebanyak tujuh tampah berisikan sayuran, padi, dan lain sebagainya diletakan mengelilingi gunungan hasil bumi. Selain itu juga ada tujuh dongdang yang berisikan hasil bumi dari masyarakat dan dibagikan kepada masyarakat diakhir acara Kirab Ngabumi.

Salah seorang Kasepuhan dalam acara tersebut, Raden Koko Koswara mengatakan, kegiatan Ngabumi ini dilaksankan dalam rangka menyambut tahun baru islam. Ngabumi disini dalam arti ungkapan rasa syukur akan kenikmatan Allah SWT berikan khususnya masyarakat disekitar Pulo Majeti. Selain itu juga sebagai ajang melestarikan kebudayaan tradisi khususnya di wilayah Pulo Majeti, Kampung Siluman.

"Kebudayaan itu seperti memperkenalkan bahwa disini betul-betul ada situs yang sangat luar biasa bersejarah khususnya bagi Kota Banjar itu sendiri. Salah satunya adalah Pusaka yang sangat bermakna yaitu Kudih Hyang Naga, itu merupakan cikal bakal tatar terjadinya Kota Banjar," ujar Raden Koko Koswara disela-sela acara, Sabtu (7 September 2019).

"Semoga ini menjadikan anak muda sekarang mengetahui kebudayaan asli daerah masing-masing, khusunya di Kota Banjar ini," imbuhnya.

Kegiatan Ngabumi ini, kata Raden Koko Koswara, diisi dengan parade pusaka, parade hasil bumi, tawasyul, syukuran, dan malam harinya, akan dilakukan wasiat majeti. "Jadi wasiat-wasiat dari kaluhur-kaluhur kita untuk masyarakat di jaman sekarang, seperti itu," katanya.

Lebih lanjut, Raden Koko Koswara mengungkapkan bahwa kegiatan Ngabumi di Pulo Majeti ini menjadi yang pertama dilaksanakan. Kegiatan ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan dan mudah-mudahan dari semua pihak bisa mendukung.

"Mudah-mudahan dari awal cikal bakal ini kita tidak melupakan jasa-jasa para kaluhur kita semua. Bahwasan-nya kita hidup dijaman sekarang tidak akan mungkin tanpa pendahulu-pendahulu kita atau kaluhur-kaluhur kita. Untuk itu kami memohon kepada seluruh pihak dan anak-anak muda pecinta seni sunda untuk sama-sama meningkatkan dan melestarikan budaya tradisi," ungkapnya.//yuli.