• News
  • Sebanyak 2.182 Personel Polda Jabar Diterjunkan Dalam Satgas OMB Lodaya Pemilu 2019

Sebanyak 2.182 Personel Polda Jabar Diterjunkan Dalam Satgas OMB Lodaya Pemilu 2019


Bandung - Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat untuk mewujudkan Pemilu tahun 2019 yang aman damai dan sejuk selama masa tenang hingga pencoblosan dan perhitungan suara, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., memimpin kegiatan Apel Pergeseran Pasukan personel Satgas Operasi Mantab Brata Lodaya 2019 dan Personel Pam TPS BKO Polres Jajaran Polda Jabar yang dilaksanakan di Mapolda Jabar, Jl. Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (14 April 2019).

Hadir dalam kegiatan Apel tersebut, Kapolda Jabar, Wakapolda Jabar, Pejabat Utama Polda Jabar, Para Kasatgas Operasi Mantab Brata Lodaya 2019, Para Pamenwas TPS dan Pamen Sentra Gakkumdu, Personel Satgas Operasi Mantap Brata Lodaya 2018 dan Personel Pam TPS BKO Polres Jajaran Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menyampaikan melalui siaran pers bahwa Polda Jabar mengerahkan sebanyak 687 personel untuk mem-back up 116.626 TPS dan 2.182 personel yang dilibatkan sebagai Satgas Operasi Mantap Brata Lodaya Pemilu 2019.

"Antara lain Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamselticbar, Satgas Tindak, Satgas Gakkum, dan Satgas Bantuan, mereka bertugas di masing-masing Polres/Polresta. Operasi ini berlangsung selama 4 (empat) hari dimulai dari tanggal 15 hingga 18 April," tutur Kasubag Humas Polda Jabar.

Dalam amanatnya, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., menyampaikan bahwa personel BKO Pam TPS akan bergeser ke Polsek-Polsek dan TPS yang sudah di ploting sebelumnya sesuai arahan Kapolres. "Polda Jabar menggeser pasukan ke wilayah-wilayah satu hari lebih awal, pertimbangannya agar para personel Polri petugas pengamanan TPS dan satuan penugasan lainnya cepat untuk menyesuaikan diri dan berkoordinasi dengan petugas TPS serta stakeholder setempat," papar Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda berpesan kepada personel yang tidak melaksanakan pengamanan TPS agar tetap melaksanakan tugas dan melakukan pekerjaan seperti biasa. Disamping itu, tingkatkan sinergitas dan soliditas TNI-Polri serta seluruh komponen masyarakat, sehingga terwujud koordinasi yang baik dalam melaksanakan pengamanan tempat pemungutan suara.

"Antisipasi dan selalu menjaga kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang akan membuat kekacauan, kerusuhan da tindakan anarkis," tandasnya.//yuli.