• News
  • Sebanyak 142 Warga Binaan Lapas Banjar Dapat Remisi Kemerdekaan, 5 Orang Langsung Bebas

Sebanyak 142 Warga Binaan Lapas Banjar Dapat Remisi Kemerdekaan, 5 Orang Langsung Bebas


Banjar - Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banjar mengadakan pemberian remisi umum 17 Agustus. Pemberian remisi ini merupakan wujud nyata dari pemenuhan hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Sebanyak 142 Warga Binaan Lapas Kelas III mendapat remisi 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan RI. Dari 142 Warga Binaan, 5 orang langsung bebas pada 17 Agustus 2019.

Kepala Lapas Kelas III Banjar, Agus Wahono, AMd., I.P., SH., M.H., mengatakan pihaknya mengajukan pengurangan masa hukuman terhadap 142 orang, dengan 137 orang diantaranya mendapat remisi umum (RU I) dari 1 sampai 6 bulan. Sebanyak 5 orang mendapat remisi umum (RU) II.

"Jadi yang bisa bebas langsung pada hari H, tanggal 17 Agustus ini ada 5 orang," tutur Kepala Lapas Kelas III Banjar, Agus Wahono, AMd., I.P., SH., M.H., kepada awak media usai pelaksanaan pemberian Remisi di Aula Lapas Kelas III Banjar, Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (17 Agustus 2019).

Agus menjelaskan, mereka yang mendapat remisi rata-rata warga binaan kasus pidana umum. Dan lainnya seperti pidana terkait PP99, dan PP28.

Sebagaimana Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

Agus berharap dengan pelaksanaan Remisi ini diharapkan dapat mengurangi isi hunian, karena semakin banyak remisi maka semakin berkurang isi hunian. Dengan adanya program pemberian remisi menjadikan para warga binaan untuk selalu berbuat baik.

"Minimal warga binaan berbuat baik, tidak melakukan pelanggaran dan lain sebagainya supaya kehidupan disini (Lapas) aman. Tentunya kita harapkan pada saat nanti diluar menjadi manusia yang berguna, taat hukum tidak melanggar lagi, dan menjadi manusia yang berguna bagi keluarganya minimal seperti itu," tandasnya.//yuli.