• News
  • Safari Ramadhan, Kapolres Banjar Minta Masyarakat Saring Sebuah Ajakan

Safari Ramadhan, Kapolres Banjar Minta Masyarakat Saring Sebuah Ajakan


Banjar - Dalam rangka meningkatkan hubungan kedekatan antara Polri dengan masyarakat khususnya Kota Banjar selama bulan suci Ramadhan, Kepolisian Resor Kota Banjar, Polda Jabar melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan. Kegiatan tersebut dibalut dengan acara buka puasa bersama dan tarawih keliling ke Masjid dan Pondok Pesantren di wilayah hukum Polres Banjar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Resor Kota Banjar, Polda Jabar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., datang mengunjungi Pesantren Miftahul Khoer, Kecamatan Banjar, Kota Banjar pada Selasa (14 Mei 2019) kemarin, untuk melaksanakan buka puasa bersama dan tarawih bersama masyarakat dan jamaah Pondok Pesantren.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Banjar tersebut disambut baik oleh Pimpinan Pesantren Miftahul Khoer dan para Pengurus Pesantren serta Ketua Madrasah TQN Kota Banjar.

Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan tersebut merupakan rutinitas yang dilakukan Polres Banjar maupun tingkat Polsek di Jajaran Polres Banjar selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih mendekatkan hubungan Polres Banjar dengan warga Kota Banjar.

"Saya berpesan agar warga Banjar tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu provokatif yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Seperti isu Pengumpulan Masa untuk membuat gaduh/menuntut kecurangan dalam pemilihan Pileg dan Pilpres tahun 2019 atau bahasa yang sedang trend People Power," tutur Kapolres Banjar, Rabu (15 Mei 2019).

Kapolres berharap warga Banjar bisa membedakan mana ajakan yang benar dan ajakan yang membuat kacau keadaan Negara. "Kalau people power untuk membangun mesjid yah kita dukung people power, tapi kalau people power untuk membuat gaduh kita bersama-sama untuk mencegah, yang harus ada saat ini bukan peopel power tetapi Power of Allah," ujarnya.

Pesantren Miftahul Khoer secara tegas menolak upaya Inkonstitusional dengan kedok Poeple Power, karena muslim yang beriman harus setia kepada NKRI dan Pancasila serta UUD 1945. Hal itu yang diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoer, KH. Dede Khoer Afandi.//yuli.