• News
  • Polres Cilacap Amankan 8 Pelaku Penganiayaan dan 19 Anak Punk

Polres Cilacap Amankan 8 Pelaku Penganiayaan dan 19 Anak Punk


Kepolisian Resor Cilacap, Polda Jateng melalui Unit Sat Reskrim Polres Cilacap dan jajaran Polsek setempat berhasil mengamankan dan mengungkap kasus penganiayaan terhadap warga yang dilakukan oleh 8 pelaku yang mengatasnamakan salah satu Ormas di Cilacap dengan tempat kejadian yang berbeda, yakni Kecamatan Patimuan dan Binangun.

Selain mengamankan pelaku penganiayaan melalui kegiatan kepolisian yang ditingkatkan jajaran Polres Cilacap juga berhasil merazia 19 anak punk (anak jalanan) yang kerap mengamen dan meminta minta dipersimpangan jalan. Hal tersebut dilakukan guna menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Cilacap.

Dalam press release, Senin (10 September 2018), Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto menjelaskan, 8 pelaku pengeroyokan ini diamankan di dua lokasi dan waktu yang berbeda. Pengeroyokan dan penganiyaan terjadi, Senin (20 Agustus 2018) lalu sekira pukul 23.00 WIB di wilayah Kecamatan Patimuan. Dua pelaku berhasil diamankan yakni AF (35) asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dan PRM (33) dari Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan.

“Mereka berdua ditangkap di Desa Cinyawang, Patimuan. Akibat penganiayaan yang dilakukan AF dan PRM, Mufhimin warga asal Desa Bulupayung, Patimuan mengalami luka lecet dan memar pada bagian muka,” terang Kapolres.

Kapolres menambahkan, kejadian penganiayaan juga terjadi, Kamis (06 September 2018) lalu, sekitar pukul 20.30 WIB, di depan tempat karaoke King Pantai Ketapang Indah, Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun yang dilakukan oleh 6 oknum dari ormas yang sama diantaranya SMN (42), AM (42), RS (40), AR (25). KP (26) dan ADP (22).

“Para pelaku merupakan warga Kecamatan Adipala, Cilacap. Pelaku, kami tangkap kurang dari 24 jam usai menganiaya Natam warga asal Desa Pagubugan Kulon, Kecamatan Binangun hingga menderita luka-luka di beberapa bagian tubuhnya,” jelas Kapolres Cilacap.

Menurut Kapolres, pengeroyokan dan penganiayaan dipicu oleh perselisihan yang sepele antara pelaku dan korban.

Ditegaskan Kapolres, penangkapan ini adalah bukti komitmen kami dari awal tentang pemberantasan pelaku kejahatan terhadap siapapun, termasuk yang melakukan penganiayaan dan pemerasan yang meresahkan masyarakat.

“Para pelaku penganiayaan akan dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana di atas 5 tahun penjara,” ucapnya.

Sementara untuk 19 anak punk yang mayoritas berusia belia, lanjut Kapolres, akan dilakukan pembinaan dan pendataan, selanjutnya akan dikembalikan kepada keluarga masing masing.

“Penertiban ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah hukum Polres Cilacap,” pungkasnya. //Wd.