• News
  • Pesan Kapolda Jabar Jelang 100 Hari Menuju Pemilu 2019

Pesan Kapolda Jabar Jelang 100 Hari Menuju Pemilu 2019


Bandung - Tahun 2019 menjadi tahunnya politik dimana akan dilaksanakan pesta demokrasi lima tahunan baik Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

"Menuju 100 hari pelaksanaan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres dalam Pemilu 2019, masyarakat Indonesia dan khususnya Jawa Barat secara serentak akan memilih para pemimpin nasional untuk periode lima tahun kedepan, harus berjalan dengan tertib dan lancar," tutur Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I., dalam sambutannya di acara pisah sambut Dirlantas dan Kapolresta Bogor di Aula Muryono, Mapolda Jabar, Jl. Soekarno-Hatta No.748, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (7 Januari 2019) lalu.

Kapolda Jabar juga mengingatkan bahwa di tahun politik ini, intensitas serta eskalasi masyarakat untuk menyuarakan haknya di muka umum semakin tinggi, bahkan sewaktu-waktu cenderung anarkis didalam menyampaikan maksud dan tujuannya. Baik adanya berbagai tindakan provokatif yang kerap memicu terjadinya konflik horisontal dan komunal antar kelompok masyarakat.

"Berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas tersebut, menuntut profesionalisme Polri untuk mengantisipasinya dengan bersikap proaktif dan responsif dalam mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang terjadi, guna mewujudkan tertib hukum, serta ketentraman masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polda Jabar," tutur Kapolda Jabar.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolda Jabar bahwa berbagai upaya telah dilakukan Kepolisian secara bersama-sama untuk meminimalisir setiap kerawanan yang terjadi di Jawa Barat, namun kegiatan tersebut perlu ditingkatkan dengan mengadakan kegiatan sosial maupun kegiatan olahraga. Serta senantiasa meningkatkan sinergitas dan soliditas dengan TNI, unsur Pemerintah Daerah, penyelenggara Pemilu, tokoh agama atau para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh partai dan para Ormas dan seluruh komponen masyarakat.

"Dalam mewujudkan kinerja organisasi yang baik harus didukung dengan sosok pimpinan kesatuan, baik pada tingkat Satker Polda maupun satuan kewilayahan yang mumpuni di segala aspek terutama kepemimpinan yang memiliki karakter kuat, visioner dan mampu menerapkan tindakan kreatif, inovatif, serta transparan, akuntabel dan profesional, sesuai dengan track kebijakan pimpinan," pungkasnya.//yuli.