• News
  • Pererat Tali Silaturahmi, Tepis Isu-isu Provokatif Pengumpulan Massa

Pererat Tali Silaturahmi, Tepis Isu-isu Provokatif Pengumpulan Massa


Banjar - Bersama dengan Pemerintah Kota Banjar, Kepolisian Resor Kota Banjar, Polda Jabar melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dan tarawih keliling bersama masyarakat disekitar Masjid Darussalam, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (15 Mei 2019).

Untuk kegiatan tersebut Polres Banjar diwakili oleh, Kapolsek Pataruman, AKP Nia Kurnia, Kasat Res Narkoba Polres Banjar, AKP Usep Supiyan, Kasat Binmas Polres Banjar, Iptu Suharno, Kanit Lantas, Ipda Eman, Kanit Reskrim Polsek Pataruman, Ipda Joshua.

Kegiatan tersebut dilaksanakan demgan maksud tujuan untuk lebih mendekatkan hubungan yang baik antara Pejabat Pemkot Banjar dan Jajaran Personel Polres Banjar dengan warga masyarakat Kota Banjar.

Sekda Kota Banjar, DR. Drs. Ade Setiana, M.Si., dalam dialog singkatnya bersama masyarakat menjelaskan bahwa kunjungan Pemerintah Kota Banjar serta Kepolisian Resor Kota Banjar dalam berbuka puasa bersama dengan masyarakat adalah untuk mempererat kebersamaan. Tentunya juga menjadi ajang silahturahmi antara warga dengan pemerintah.

Sekda Kota Banjar DR Drs Ade Setiana Msi dalam dialog singkat bersama masyarakat menerangkan bahwa kunjungan pemerintahan kota Banjar serta Kepolisian Polres Banjar dalam berbuka puasa bersama masyarakat adalah untuk mempererat kebersamaan tentunya silaturahmi antara warga dan pemerintahan

"Mari kita eratkan tali silaturahmi, agar tercipta suasana yang sejuk, apalagi ini adalah bulan puasa," kata Ade Setiana.

Sementara itu, ditempat terpisah saat di konfirmasi, Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., berpesan kepada warga masyarakat Kota Banjar agar tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu provokatif, seperti isu pengumpulan massa untuk membuat gaduh yang dapat mengancam suasana Kamtibmas khususnya di Kota Banjar.

Ia berharap, masyarakat Kota Banjar dapat membedakan mana ajakan yang benar dan mana ajakan yang membuat kekacauan hingga dapat memecah rasa Persatuan dan Kesatuan Bangsa. "People power untuk membuat gaduh persatuan bangsa kita bersama sama harus mencegah , yang Harus ada saat ini bukan peopel power tetapi Power of Allah dalam bulan Ramadhan," tegasnya.//yuli.