• News
  • Peran DMI Kabupaten Ciamis Melindungi Pelajar Dari Bahaya Narkoba

Peran DMI Kabupaten Ciamis Melindungi Pelajar Dari Bahaya Narkoba


Ciamis - Sebagai bentuk pencegahan dini tentang bahaya narkoba di kalangan para pelajar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi bahaya narkoba, miras dan kenakalan remaja yang bertempat di Ballrom The Priangan Hotel Ciamis, Jalan Yos Sudarso No. 92 Kabupaten Ciamis, Rabu (16 Januari 2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu program dari kegiatan DMI Pusat dimana peruntukannya untuk program pendidikan yang bukan hanya di bidang dakwah akan tetapi pendidikan dalam memberikan informasi penting lainnya, salah satunya yaitu tentang bahaya narkoba.

Menurut Ketua Pelaksana, Drs. H. Syarif Nurhidayat, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti oleh 100 orang peserta dari perwakilan tiap sekolah tingkat SMP/Sederajat dan SMA /Sederajat, merupakan wujud kepedulian dalam pencegahan dini kepada para remaja supaya tidal terpapar oleh masalah narkoba dan memang saat ini sangat mengkhawatirkan banyak kalangan khususnya di dunia pendidikan.

"Diharapkan peserta yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, minimal mampu membedakan mana narkoba dan mana yang bukan narkoba serta paham akan sanksi hukuman apabila menyalahgunakan narkoba," terang Syarif.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos., M.M., yang menjadi narasumber kegiatan ini menjelaskan bahwa peredaran narkoba dengan segala modus operandinya telah begitu mengkhawatirkan. "Peredaran narkoba bukan hanya di kota-kota besar saja, melainkan sudah masuk ke pedesaan serta sasarannya pun sudah mengarah kepada anak kecil bukan hanya orang dewasa saja," jelasnya.

Selain itu, dalam penyampaian materinya Deny juga memberikan pesan kepada para pelajar jangan sampai coba-coba untuk menyalahgunakan narkoba, dan apabila ada keluarga, teman yang terlanjur menjadi pecandu bahkan korban agar segera melapor kepda pihak terkait atau langsung kepada BNN untuk direhabilitasi.

Lebih lanjut, Deny menekankan agar peserta dapat memahami bahaya dan dampak dari narkoba, sehingga diharapkan pelajar menjadi imun dan mampu menolak terhadap penyalahgunaan narkoba. "Serta dapat menjadi kader anti narkoba yang dapat mensosialisasikan pesan-pesan anti narkoba dilingkungannya masing-masing," pungkasnya.//yuli.