• News
  • Penobatan Raja Galuh di Batu Pancalikan

Penobatan Raja Galuh di Batu Pancalikan


Upacara penobatan Rd H Rasich Hanif Radinal (52) sebagai Raja Galuh di Petilasan Pancalikan (peninggalan singasana raja Kerajaan Galuh) situs Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis berjalan dengan kidmat, Senin (23 Juli 2018) lalu.

Dengan didampingi istrinya Ratu Cori, penobatan Rd Hanif dilakukan di Batu Pancalikan, dan disaksikan oleh jajaran kasepuhan dari Panjalu, Kawali, Salawe Gara Tengah Cimaragas, Imbanagara, Kampung Kuta, Karangkamulyan, Abah Sancang Galunggung, Uyut Sani dan berbagai utusan lainya.

Rd Hanif dikukuhkan sebagai Raja Galuh setelah mendapat persetujuan dari kabuyutan di Ciamis yang tergabung dalam Galuh Sadulur.

Rd Hanif diakhir acara prosesi mengatakan, Raja yang dimaksud adalah bukan raja dengan kekuasaan dan wilayah territorial, tetapi raja secara budaya yang tanpa mahkota, dan tanpa kerajaan yang akan mewakili urusan-urusan kebudayaan.

Rd Rasich Hanif Radinal sendiri merupakan anak ke-4 dari 5 bersaudara putra dari pasangan suami-isteri Rd Ir H Radinal Muhtar (alm, Menteri PU era orde baru) dan Ny H Oepin.

Sementara dari garis keturunan ibunya, Rd Hanif merupakan keturunan ke-6 dari RAA Kusumadiningrat (Bupati ke-16 Galuh) atau keturunan ke-17 dari Prabu Haur Koneng. 

Seperti diketahui bahwa Prabu Haur Koneng merupakan pelanjut Kerajaan Galuh generasi ke-4 dari Sri Baginda Maharaja (Siliwangi), Raja Galuh yang memindahkan pusat kekuasaan dari Kawali ke Bogor, dan kerajaan pun diganti nama menjadi Galuh Pakuan Pajajaran.//yuli