• News
  • Nelayan Cilacap Alami Musim Paceklik

Nelayan Cilacap Alami Musim Paceklik


Sejak pertengahan April 2019 lalu nelayan Cilacap khususnya nelayan Pandanarang mengalami musim paceklik atau paila.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang Cilacap, Tarmuji (43), hasil tangkapan nelayan khususnya nelayan Pandanarang, sebelum bulan puasa sudah merasakan musim paceklik hingga saat ini.

"Saat ini yang berangkat melaut paling sekitar satu, dua perahu dan hasil pun tidak seberapa," kata Tarmuji yang juga sebagai Ketua TPI Pandanarang Cilacap saat ditemui di rumahnya, Selasa (11 Juni 2019).

Berdasarkan grafik pelelangan di TPI Pandanarang, hasil tangkapan nelayan Pandanarang menurun sekitar 80 persen. Hal itu dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrim, gelombang tinggi disertai angin kencang.

"Namun dengan adanya cuaca ekstrim ini, nelayan justru ada harapan. Biasanya pasca cuaca ini, banyak hasil tangkapan yang akan keluar," ujarnya.

Sembari menunggu musim paceklik berlalu, nelayan Pandanarang memperbaiki alat tangkap yang digunakan untuk melaut. Bahkan ada yang alih profesi dengan membantu istri berjualan, andong perahu dan parkir di obyek wisata teluk penyu dan benteng pendem.

“Jika sedang musim paceklik, setiap lebaran dimanfaatkan untuk andong dan berjualan di obyek wisata teluk penyu dan benteng pendem. Ada juga yang parkir kendaraan pengunjung wisata,” ucapnya.

Dijelaskan Tarmuji, menurut perhitungan BMKG, hari senen kemarin ada peningkatan gelombang. Kalau menggunakan ilmu titen dari masyarakat nelayan  di bulan Juni, Juli Agustus memasuki musim angin timur ini gelombang sangat tinggi dan angin sangat kencang.

“Puncak gelombang tinggi dan angin kencang biasanya di bulan Juni dan Agustus. Kalau yang sudah-sudah di bulan Juni dan Juli, nelayan yang berani menerjang gelombang hasil tangkapan yang didapat lumayan banyak,” tuturnya.

Tarmuji berpendapat musim timur tahun ini dengan tahun 2018 sangat berbeda. Biasanya di musim angin timur hasil tangkapan berlimpah. Menurut dia, tahun ini ada peningkatan hasil setelah angin timur seperti angin timur selatan dan barat selatan. “Sedangkan musim angin barat daya biasanya akan mengalami paceklik. Itu ilmu titennya nelayan,” ucapnya. //W1D.