• News
  • Makam Keramat "Eyang Sabakingkin"

Makam Keramat "Eyang Sabakingkin"


Makam Eyang Sabakingkin merupakan makam keramat yang berada di RT 3, RW II, Dusun Dayeuhluhur, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.

Selain Makam Eyang Sabakingkin, di lokasi makam tersebut terdapat dua makam keramat yakni Makam Eyang Candra Mawad dan disebelahnya Makam Eyang Arya Panji Boma.

Di sekitar makam tersebut ada tiga mata air yang diyakini oleh peziarah memiliki keistimewaan seperti mata air Cikabuyutan yang berguna untuk tolak bala, Cikabedasan atau Cikewedukan untuk kekuatan dan Cikahuripan untuk usaha dan kehidupan.

Saat ditemui Pamor, Senin (18 Febuari 2019), Juru Kunci Makam Eyang Sabakingkin, Mbah Jarman Mirdad (61) menuturkan, makam Eyang Sabakingkin ramai dikunjungi peziarah terutama pada hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Pengunjung yang datang bukan hanya dari wilayah sekitar dan Cilacap saja, bahkan dari kota lain seperti Bandung, Sumedang, Rangkas Bitung, Serang, Tasik, dan Ciamis.

Diungkapkan Mbah Jarman, mereka yang ziarah disini mempunyai tujuan memohon kepada Allah SWT agar dibuka pintu rezekinya dan diberi keselamatan. Tapi banyak juga yang yang mempunyai hajat seperti melamar pekerjaan, menjadi pemimpin dan lain sebagainya.

“Saeutik mahi, loba nyesa (sedikit cukup, banyak ada sisa). Terpenting ialah ikhlas dan mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Sang Khalik. Semua orang punya hajat, jika rejekinya pasti diberi berkah oleh Allah SWT,” tuturnya.

Menurut Mbah Jarman, Eyang Sabakingkin masih keturunan wali atau syekh dari Banten dan Cirebon. “Istilah orang kampung dinamakan dangiang, tokoh ulama di Dayeuhluhur,” ucap Jasman.

Dalam melestarikan dan menjaga situs keramat tersebut, Mbah Jarman senantiasa merawat dan mempunyai keinginan membangun akses jalan dan tempat parkiran sepeda motor di area sawahnya bagi peziarah agar mereka merasa nyaman dan khusyuk ketika sedang riyalat.

Mbah Jarman sangat menyadari untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan dana yang tidak sedikit dan dibutuhkan perhatian dari semua pihak untuk tetap menjaga dan melestarikan situs keramat yang ada di Desa Dayeuhluhur.

Selain itu, Mbah Jarman juga ingin membuat semacam bak (sumur) di mata air Cikabedasan atau Cikewedukan dan Cikahuripan, karena untuk mata air Cikabuyutan sudah dibuatkan bak (sumur).

Mbah Jarman menjelaskan, dirinya menjadi juru kunci di Makam Eyang Sabakingkin yang kelima. “Baru 1,5 tahun mas, Saya menjadi juru kunci disini,” tuturnya.

Sebelumnya juru kunci yang Pertama adalah buyutnya yakni Mbah Askian diteruskan oleh kakeknya yakni Mbah Mad Witana dan dilanjutkan oleh bapaknya yakni Mbah Soekarno atau akrab dipanggil Mbah Mad Toib.

Setelah Mbah Mad Toib meninggal dunia, juru kunci Makam Eyang Sabakingkin diteruskan oleh kakaknya yakni Mbah Sutarjo hingga akhirnya dilanjutkan oleh Mbah Jarman. //W1D.