• News
  • Keramat Datar "Eyang Saringsingan"

Keramat Datar "Eyang Saringsingan"


Menyusuri jalan berkelok, naik turun melewati perkampungan, hutan pinus dan sungai dengan airnya yang jernih, menjadi sensasi tersendiri dalam perjalanan menuju salah satu desa yang kental dengan adat tradisi Sunda. Namun, tempat itu bukanlah di wilayah Jawa Barat melainkan di Jawa Tengah tepatnya di Desa Datar, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. Senin, (17 September 2018) PAMOR berkesempatan mengunjungi daerah tersebut.

Dalam kesehariannya masyarakat disana menggunakan bahasa Sunda, Desa Datar juga dikenal sebagai salah satu desa yang masih kuat memegang tradisi Sunda dan memiliki banyak situs keramat, yang salah satunya hanya berjarak 200 meter dari kantor desa.

Sebuah kawasan hutan seluas tiga hektar yang dikenal dengan sebutan Cikahuripan menjadi tempat keberadaan "Eyang Saringsingan". Keramat yang kerap dikunjungi pada hari tertentu yaitu Jumat Kliwon, memiliki bentuk alami berupa tumpukan batu bak stupa dengan pepohonan khas hutan disekelilingnya.

Eyang Saringsingan merupakan keramat pertama di Datar, yang kerap dikunjungi oleh peziarah baik masyarakat sekitar maupun dari daerah lain terutama pada bulan Mulud. Keberadaannya hanya sebagai lantaran saja karena keberkahan dan keselamatan datang dari Sang Khalik.

Sebelum berziarah, pengunjung disarankan untuk membersihkan diri dengan air sumber yang letaknya di lereng bukit berjarak seratus meter dari keramat, melalui jalan setapak menembus rimbunan pohon bambu.

Sumber air itulah yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Eyang Alibasah. Demikian menurut Karso (67), juru kunci keramat yang telah mewarisi secara turun-temurun dari kakek buyutnya dahulu.//sp