• News
  • Kemasan Berbalut Literasi Sosialisasi Pemilu 2019 di Lingkup Pemilih Pemula

Kemasan Berbalut Literasi Sosialisasi Pemilu 2019 di Lingkup Pemilih Pemula


Banjar - Balutan tiga Literasi meramaikan dan menghidupkan suasana perhelatan Panggung Sajak dan Teater sekaligus sosialisasi kepemiluan kepada para pemilih pemula di Kota Banjar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Banjar Convention Hall, Senin (10 Desember 2018) lalu.

Kolaborasi tiga literasi diantaranya literasi Budaya, literasi Anti-Korupsi dan literasi Demokrasi ditampilkan dalam perhelatan Panggung Sajak dan Teater sekaligus untuk memperingati Hari Anti-Korupsi Internasional yang jatuh setiap tanggal 9 Desember. Hadir dalam perhelatan tersebut, Ketua KPU Kota Banjar, Pendiri dan Ketua Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK), Kajari Kota Banjar dan ratusan peserta dari para pelajar se-Kota Banjar.

Kegiatan yang dibuka dengan Parade sajak dari para siswa-siswi SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Kota Banjar, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan sekaligus sosialisasi Pemilu 2019 oleh Ketua KPU Kota Banjar dan pertunjukan teater serta acara ditutup dengan pembacaan puisi oleh Pendiri YRBK dan penandatangan deklarasi damai Pemilu 2019. Tema dalam pertunjukan teater mengangkat tema Sangkuriang dimana diilustrasikan dengan sebuah proyek yang tidak selesai karena ada tindakan korupsi didalamnya.

"Sosialisasi Pemilu tahun 2019 dengan kemasan yang berbeda. Dalam kegiatan ini terdapat tiga kolaborasi literasi diantaranya literasi Budaya, Anti-Korupsi dan Demokrasi," tutur Ketua KPU Kota Banjar, Dani Danial Muhklis usai kegiatan, Senin (10 Desember 2018).

Lebih lanjut Danial mengatakan, literasi demokrasi berkaitan dengan KPU untuk mensosialisasikan berkaitan dengan bagaimana pemilih pemula agar ditekankan oleh makna dari esensi demokrasi. "Jadi demokrasi itu bisa menjadi senjata bagi siapapu  termaksud kita sebagai pemilih," kata Danial.

Danial menambahkan bahwa demokrasi itu adalah demonstratos sehingga sebagai rakyat memiliki peran penting untuk menentukan nasib Bangsa kedepan dan baik buruknya yang dipilih sesungguhnya balik lagi kepada diri sendiri sebagai pemilih.

"Kalau kita sebagai pemilib mempunyai kedaulatan dan prinsip terhadap melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik sehingga dengan sendirinya akan menjadi lebih bail," ungkapnya.

Danial berharap dengan kehadiran teman-teman pemilih pemula, mereka bisa tampil menjadi pionir sebagai pemilih-pemilih yang rasional. "Dengan sendirinya bila mereka menjadi pemilih yang rasional diharapankan bisa menularkan prisip idealisme dan prisip rasional itu kepada masyarakat lain terutama keluarga," pugkanya.//yuli.