• News
  • Jaring Arad Nelayan Laut

Jaring Arad Nelayan Laut


Aktifitasnya yang dimulai sejak pagi hari membangunkan semangat untuk meraih harapan, bayangan kebutuhan hidup yang mesti tercukupi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan kepada lautan mereka hendak melabuhkan. Seperti tak ingin melewatkan rezeki, Tarman (45) bersama puluhan nelayan lainnya memacu perahu fiber yang dilengkapi mesin motor berbahan bakar bensin sebagai alat penggeraknya, mereka melaju beriringan menyusuri Kali Yasa yang bermuara di laut Cilacap. Rabu, (03 Juli 2019) lalu.

Sebagai nelayan yang menggunakan jaring arad, Tarman dan lainnya kerap disebut nelayan arad. Jaring arad merupakan salah satu alat tangkap yang ditujukan untuk menangkap udang, kalaupun ada ikan yang terjerat itu menjadi sampingannya. Bertindak sebagai tekong Tarman mengomandoi tiga rekannya untuk menebar jaring ditempat yang dirasa tepat, lokasi yang dipilih kali ini di kerudung 02. Karena sudah menjadi profesinya mereka tampak piawai melepas dan menarik jaring, sedikitnya sudah sebelas kali tawur (tebar jaring). Pada tawur pertama sekitar 5 kg udang rebon ampas berhasil didapat.

Dengan Jaring arad nelayan biasanya mendapatkan berbagai jenis udang dan ikan seperti : udang rebon, udang rebon gremeh, udang krosok, dan ikan lendra. Menurut Tarman perburuannya kali ini terbilang sepi tidak seperti saat musim panen yang sekali tawur saja bisa mendapatkan hasil banyak.  

"Ya kaya gini mas kalau lagi sepi, kita harus telaten kumpulkan hasil tangkapan, hasil ada tapi tidak banyak. Beda saat musim panen sekali tawur hasilnya bisa kuintalan," ungkap Tarman. 

Kesibukan melaut tak terasa mengabaikan waktu yang terus berlalu, terik mentari yang menyengat pun tak dirasa belum lagi gelombang laut yang semakin meninggi juga tak membuat risau sang nelayan. Hal itu tentu berbeda dengan apa yang dirasakan PAMOR yang turut dalam perburuan itu, gerak perahu yang tak menentu sempat meluluskan rasa was-was hingga datangnya waktu yang sangat dinantikan yaitu ketika Tarman memutuskan untuk menyudahi perburuannya dan perahu beranjak pulang menuju tempat pelelangan ikan (TPI). //W1D-sp.