• News
  • Gus Muwafik, Islam Itu Penuh Kedamaian

Gus Muwafik, Islam Itu Penuh Kedamaian


Banjarnegara - Al mukarom KH Achmad Mufawik S. Ag atau yang kondang disapa Gus Muwafik mengajak umat Islam untuk menjaga ukhuwah dengan menghargai perbedaan. Agama Islam, kata Muwafik, mengajarkan kedamaian dan menghindari perselisihan.

"Para wali membawa Islam dengan keramahan dan akulturasi budaya, menghindari konfrontasi sehingga nenek moyang kita dengan sukarela memeluk Islam tanpa paksaan,” katanya saat memberikan ceramah pada acara pengajian dan Tabligh Akbar di alun-alun Banjarnegara, Selasa (11 Februari 2019). Acara ini diprakarsai oleh Forum Kyai Tahlil Kabupaten Banjarnegara.

Pada kesempata itu Kyai Mufawik juga menyampaikan prihatin adanya kelompok Islam yang suka mengklaim diri dan kelompoknya paling benar. Sayangnya kebenaran yang diyakininya hanya didapat secara instan dan hanya memandang dari satu sisi.

Menurutnya, dalam ajaran ahlussunah wal jamaah, dikembangkan dengan tawasul untuk mengingatkan asal-usul kita sebagai umat. Dengan tawasul ini seorang akan hormat pada gurunya. Dengan mencintai para guru dan ulama secara berjenjang, secara langsung mencintai tanah airnya. Dari sinilah rasa nasionalisme tumbuh dengan sendirinya, disamping tentu saja cinta agama dan ajarannya.

Senada dengan Gus Muwafik, Ketua Forum Kyai Tahlil, Khayatul Makki juga heran terhadap kelompok yang sering membid’ahkan bahkan tak ragu mengkafirkan golongan yang tidak sepaham dengan mereka.

"Yasinan mereka anggap bid’ah, tahlilan juga dianggap bid’ah, seolah mereka sendiri yang paling benar. Padahal kebenaran sejati hanya milik Allah," seru tokoh yang akrab dipanggil Gus Khayat ini.

Sementara itu Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam sambutannya berharap, dengan kegiatan seperti ini tidak ada kelompok masyarakat yang menganggap bahwa kelompoknya paling benar, yang lain salah.

Tabligh akbar itu dihadiri puluhan ribuan jamaah antara lain dari pengurus dan santri pondok pesantren, pelajar, mahasiswa, Banser NU, Pemuda Pancasila, ormas Islam dan ormas kepemudaan serta masyarakat luas. Di deretan undangan hadir Forkompinda, ketua MUI, para kyai pondok pesantren, pengurus Forum Kyai Tahlil, ketua ormas Islam dan ormas kepemudaan.

Acara juga dimeriahkan oleh Gus Ali Gondrong (mafia sholawat) dengan lagu-lagu sholawat dan orasinya yang unik dan menghibur. Selain itu disajikan juga tarian sufi, yang menyita perhatian puluhan ribu pengunjung. Acara berlangsung sangat meriah namun tertib dan penuh rasa persaudaraan.//met