• News
  • BNNK Ciamis Terus Perkuat Pembangunan Wawasan Anti Narkoba

BNNK Ciamis Terus Perkuat Pembangunan Wawasan Anti Narkoba


Ciamis - Guna memperkuat wawasan anti narkoba di lingkungan pendidikan dan masyarakat untuk lebih paham lagi tentang upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) khususnya di wilayah Kabupaten Ciamis, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis menggelar acara Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Hotel Larissa Ciamis, Jl. Jend. Sudirman No.25, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 22 dan 23 April 2019. Pada hari Senin (22 April 2019), dihadiri oleh 20 peserta yang berasal dari perwakilan institusi pendidikan dan kelompok masyarakat di lingkup Kecamatan Cipaku. Selain itu hadir dari pihak BNNK Ciamis, Kasi P2M, Deny Setiawan, S.Sos., M.M., dan dua narasumber yang pertama dari Kasi Pemberantasan BNNK Ciamis, Kompol Ricky Lesmana, S.H., M.M., serta kedua dari Kasi Rehabilitasi BNNK Ciamis, Aris Nuryana, S.Sos.

Dalam sambutannya, Kasi P2M BNNK Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa masyarakat mempunyai andil besar dalam menanggulangi masalah narkoba, sebab masyarakat pun bisa menjadi inisiator yang merancang dan mengimplementasikan program pencegahan secara mandiri. "Sebagai motivator yang menggerakan masyarakat lain untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan," jelas Deny.

Sementara itu, narasumber pertama, Kasi Pemberantasan BNNK Ciamis, Kompol Ricky Lesmana, S.H.,M.M., memaparkan materi tentang Aspek Hukum P4GN dan apa itu narkoba serta sanksi hukumannya.

Dijelaskan Ricky, apa yang dapat dilakukan oleh semua orang dalam sisi pencegahan, menanamkan upaya pencegahan sejak dini, dan membangun komunikasi efektif, serta mendorong pendidikan untuk mampu menolak narkoba. "Dari sisi rehabilitasi, bisa melakukan upaya pemulihan kepada para pecandu melalui rehabilitasi medis dan non medis, sedangkan Dari sisi Pemberantasan bisa melaporkan apabila terjadi peredaran gelap narkoba, serta masyarakat pun dapat melaporkan apabila ada penyalahgunaan wewenang oleh oknum penegak hukum," paparnya.

Lebih lanjut, Ricky mengatakan bahwa keberhasilan penanggulangan narkoba bukan hanya semata-mata dengan hanya menghancurkan sindikat hingga keakar-akarnya atau banyaknya barang bukti yang disita. "Keberhasilan terpancar apabila rakyat sadar dan peduli untuk melindungi diri dan keluarganya, serta ikut menyelamatkan sesama yang sudah terlanjur kecanduan narkoba," terang Ricky.

Kasi Rehabilitasi BNNK Ciamis, Aris Nuryana, S.Sos., menjelaskan materi tentang Pahami Bahaya Narkoba Kenali Penyalahgunaannya dan Segera Rahabilitasi. Menurutnya, penyalahguna narkoba itu adalah orang sakit kronis yang perlu diobati supaya pulih, serta tidak kembali menyalahgunakan narkoba.

"Dari tahun ke tahun ada peningkatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak hanya di kota besar saja tapi sudah masuk ke kota kecil bahkan ke pelosok desa. Proses rehabilitasi memang terbentur beberapa kendala pada diri dan keluarga pecandu seperti adanya rasa malu karena aib bagi keluarga dan takut ditangkap oleh aparat apabila melapor secara sukarela," terang Aris.

Dikatakan Aris, BNNK Ciamis sudah bekerjasama dengan beberapa institusi rehabilitasi baik pemerintah maupun komponen masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis. "Sebelum di rehabilitasi pecandu atau korban penyalahgunann narkoba yang akan direhabilitasi harus melalui proses Asessment terlebih dahulu yang dilakukan oleh Tim Asessment Terpadu (TAT)," ucap Aris.

Aris menambahkan, adapun langkah lanjutan dari rehabilitasi yaitu program pasca rehabilitasi dimana pada program ini diberikan keahlian kepada para pecandu yang direhab untuk memberikan keahlian yang nantinya bisa diterapkan di masyarakat setelah selesai melakukan rehabilitasi.

"Diharapkan kepada peserta yang hadir apabila ada keluarga, kerabat dan teman yang terlanjur menjadi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, segara untuk melapor kepada pihak terkait atau langsung kepada BNN untuk direhabilitasi baik secara Rehabilitasi Medis atau Rehabilitasi Sosial," pungkas Aris//yuli.