• News
  • BNNK Ciamis Ajak Siswa SMPN 2 Kenali dan Hindari Penyalahgunaan Narkoba

BNNK Ciamis Ajak Siswa SMPN 2 Kenali dan Hindari Penyalahgunaan Narkoba


Ciamis - Sebagai bentuk sinergitas Pemerintah dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaraan gelap narkoba kepada para generasi millennial, Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi Kebijakan Bidang Bina Masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di SMP Negeri 2 Cipaku, Jalan Desa Cipaku No.5, Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (21 Maret 2019).

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cipaku, Ade Sudia, S.Pd.I., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dilaksanakan kegiatan ini, dimana kegiatan ini sangat penting dan berarti bagi anak didik yang sedang menimba ilmu disekolah. Sebab permasalahan narkoba sudah menjadi kekhawatiran semua pihak terutama dunia pendidikan.

"Mendidik anak untuk menjadi orang yang siap mengisi masa depan bangsa, namun dengan adanya narkoba yang sering disalahgunakan menjadi perhatian khusus supaya para anak didik tidak terjerumus kedalam permasalahan narkoba," ujarnya.

Dirinya berpesan kepada siswa-siswi yang hadir supaya bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius, paham serta harus bisa menyebarluaskan informasi kepada teman dan keluarganya masing-masing.

Sementara itu Kasubag Bina Masyarakat Kesra Setda Kabupaten Ciamis, Ade Ruhiat, SH., M.M., mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkoba kepada pelajar.

"Dimana mereka masih dalam masa yang cukup rentan terhadap pengaruh buruk dari luar, seyogyanya dari awal ini harus diberikan pemahaman sehingga akan membentuk satu kekuatan untuk mampu menolak narkoba, tutur Ade Ruhiat.

Sebagai Narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut, BNNK Ciamis yang diwakili oleh Rochman Haerudin, S.Sos., menyampaikan bahwa permasalahan narkoba di Indonesia di lihat dari jumlah prevalensi penyalahgunaan narkotikan sangatlah tinggi. Hal itu mengakibatkan Indonesia sebagai salah satu negara sasaran peredaraan gelap narkotika dengan target terbesarnya di kalangan remaja.

Lanjut Rochman, kerentanan remaja terjerat narkoba itu dikarenakan tiga faktor, diantaranya faktor keluarga, faktor individu, dan faktor lingkungan. "Kurangnya perhatian orang tua dan jarangnya komunikasi antara anak dan orang tua sehingga anak cenderung berkomunikasi di luar rumah dengan teman sebayanya dan cenderung menutup diri terhadap permasalahan yang ada akan menimbulkan dampak putus asa akan dirinya serta lingkungan diluar rumah lebih rentan untuk anak melakukan hal-hal yang negatif karena kurangnya pengawasan dari orang tua," terangnya.

Dijelaskan Rachman, lima (5) hal penting yang bisa dilakukan oleh sekolah untuk mengantisipasi masalah narkoba adalah dengan mengaktifkan satgas anti narkoba, menciptakan lingkungan bersih narkoba, melaporkan bila ada peredaran narkoba di lingkungan sekolah, dan menyampaikan pesan-pesan anti narkoba dalam setiap pertemuan atau kegiatan serta membantu teman yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Menurut Rachman, narkoba tidak mengenal usia, status sosial dan tidak dibatasi oleh keadaan sosial seseorang. "Maka dari itu, perserta pelajar yang hadir pada kesempatan ini hendaknya ikut mengambil peran dalam mencegah dari penyalahgunaan narkoba sesuai dengan kapasitasnya yaitu sebagai pelajar. Siapkan masa depan yang gemilang tanpa harus menggunakan narkoba," pungkasnya.//yuli.