• News
  • Bidang KUKM Perkenalkan Klinik SIMASKUMAMBANG

Bidang KUKM Perkenalkan Klinik SIMASKUMAMBANG


Banjar - Sebuah aplikasi baru karya Kepala Bidang KUKM, Neneng Widya Hastuti, S.Sos., M.Si., dengan nama Klinik "SIMASKUMAMBANG", yang tengah dikembangkan dan dipresentasikan kepada seluruh para wirausaha baru serta para pengurus koperasi di dalam sebuah kegiatan Forum Group Discussion (FGD) tentang optimalisasi Koperasi usaha mikro kecil dan menengah, di RM. Citra, Tanjungsukur, Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (21 Juni 2019).

Selain para calon pengusaha, mitra kerja dari berbagai instansi-pun turut hadir dalam kesempatan itu, sekaligus menjadi narasumber, diantaranya perwakilan Dinas Perijinan, Bidang Perindustrian, Bank Indonesia, Bank BNI 46, Bank BRI, PT. Pos Indonesia, Bank BJB, Pegadaian, Dekopinda, dan yang lainnya.

Kepala Bidang KUKM, Neneng Widya Hastuti, mengatakan, aplikasi tersebut masih dalam tahapan uji coba dan masih belum sempurna. "Masih dalam tahapan uji coba, barangkali masih ada kekurangan-kekurangan, kemudian kita sempurnakan," jelasnya, saat ditemui usai kegiatan.

Lebih lanjut, Neneng menjelaskan bahwa jika aplikasi Klinik "Simaskumambang" itu dibangun untuk mempermudah pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat KUMKM. Selain itu, dibuatnya aplikasi tersebut agar dapat meningkatkan kelembagaan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) agar menjadi Profesional, Akuntabel dan berdaya saing.

"Terdapat banyak hal yang ada dalam aplikasi tersebut, diantaranya berbagai informasi program kegiatan, legalitas usaha, standarisasi produk KUMKM, akses pemasaran dan permodalan, ruang konsultasi, serta promosi usaha bagi KUMKM," jelasnya.

Neneng mengungkapkan, kemampuan dari aplikasi tersebut yakni dimana segala kebutuhan bagi para pelaku usaha di Kota Banjar tersedia dalam bentuk informasi. "Tidak hanya itu, para stakeholder ataupun user pribadi bisa mengetahui, para pelaku usaha mana saja yang sudah terdaftar dengan legalitas jelasnya. Jadi, input dan output-nya juga saling terkait dan jelas manfaatnya," imbuhnya.

Pimpinan Cabang BNI 46 Banjar, Ichlas Rusnanto, sangat mendukung dengan adanya aplikasi "Simaskumambang" dari Dinas KUKMP.

"Sistem aplikasi ini bagus sekali yaa untuk mempermudah baik itu UMKM ataupun Koperasi dalam hal mengakses informasi, sara ijin usaha, dan yang lainnya, sehingga kemudian bisa dipergunakan untuk permodalan dari Perbankan. Kita juga diuntungkan untuk data verifikasi, mana saja yang sudah terdaftar jelas oleh Dinas KUKMP," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala unit pengawasan sistem pembayaran dan keuangan Bank Indonesia Priatim, Sofian Simatupang, mengapresiasi dengan bangga adanya aplikasi itu.

"Kami mengapresiasi dan bangga atas kemajuan yang dilakukan oleh Kota Banjar. Dari hasil FGD itu, Kota Banjar sudah mulai maju dibanding Kota/Kabupaten yang ada di Priangan Timur, dan tentunya akan sinergitas dengan kami, Bank Indonesia yang merencanakan untuk digitalisasi UMKM," tuturnya.//yuli.