• News
  • Bawaslu Purbalingga Pantau Ketat Rekapitulasi Di Tingkat PPK

Bawaslu Purbalingga Pantau Ketat Rekapitulasi Di Tingkat PPK


Purbalingga - Paska proses pemungutan dan penghitungan suara selesai di tingkat TPS, Bawaslu Kabupaten Purbalingga terus memantau dan mengawasi secara ketat proses rekapitulasi penghitungan dan perolehan suara pemilu Calon Presiden dan Wakil Presdien, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Jum'at (19 April 2019) lalu.

Menurut Anggota Bawaslu Purbalingga, Teguh Irawanto, berdasarkan jadwal yang diterima oleh Bawaslu Purbalingga, rekapitulasi penghitungan suara ditingkat PPK akan dilaksanakan selama empat hari, dimulai sejak hari ini Jumat, 19 April hingga Senin lusa, 22 April 2019.

"Setelah selesai rekapitulasi di tingkat PPK ini, maka akan diketahui perolehan suara baik perolehan suara Calon Presiden dan Wakil Presdien, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten di tingkat masing-masing Kecamatan," terang Teguh, Jumat (19 April 2019).

Dijelaskan Teguh, proses rekapitulasi perolehan suara di tingkat Kecamatan pada Pemilu kali ini, sesuai peraturan dapat dilakukan secara bersamaan dengan di bagi ke dalam empat kelompok dengan mempertimbangkan jumlah TPS dan waktu yang tersedia.

Hal ini, lanjut Teguh, mengacu pada Pasal 22 PKPU Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum, keberadaan Panwaslu Kecamatan dalam rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK sangatlah penting.

Menurut Teguh, Panwaslu Kecamatan itu dapat mengajukan keberatan terhadap prosedur dan selisih rekapitulasi penghitungan perolehan suara kepada PPK, apabila terdapat hal yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bahkan Panwaslu Kecamatan juga dapat memberikan rekomendasi kepada PPK, jika ada saksi peserta pemilu yang masih merasa keberatan terhadap hasil rekapitulasi yang ada. "PPK wajib menindaklanjuti rekomendasi dari Panwaslu Kecamatan tersebut," tandasnya.//memet.