• News
  • Bawaslu, Proses Mempidanakan Pelanggar Harus Ada Kesepakatan Gakkumdu

Bawaslu, Proses Mempidanakan Pelanggar Harus Ada Kesepakatan Gakkumdu


Purbalingga - Pesta Demokrasi atau Pemilu tidak terlepas dari campur tangan Bawaslu sebagai pemantau berjalannya Pemilu 2019 penting untuk tahapan dan proses Pemilu sesuai aturan. Akan tetapi Bawaslu tidak bisa memproses dugaan pelanggaran melalui jalur pidana apabila tidak ada kesepakatan dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah Divisi Organisasi, Gugus Risdaryanto saat Rapat Koordinasi Sosialisasi Pengawasan dan Pemangku Kepentingan dan Masyarakat yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Purbalingga di Purbalingga, Minggu (2 Desember 2018) lalu.

Disampaikan Gugus, pada prinsipnya Bawaslu juga tidak bisa berpangku tangan dengan adanya dugaan pelanggaran yang bisa saja terjadi selama masa kampanye. Karena jika didiamkan maka anggota Bawaslu bisa terancam sanksi. Kendati demikian anggota Bawaslu diharapkan tidak patah arang karena proses pengawasan tahapan Pemilu harus tetap dijalankan.

Menurutnya, dibanding gelaran empat tahun yang lalu, pemilu kali ini adalah pemilu yang sangat rumit, sebab nantinya pada saat pencoblosan akan ada lima surat suara sehingga rawan kecurangan. Karena itu, butuh partisipasi aktif masyarakat untuk mencegah kecurangan.

"Tidak hanya Bawaslu, akan tetapi semua elemen juga berperan aktif termasuk masyarakat dalam pengawasan yang berhubungan dengan Pemilu," katanya.

Selama rangkaian kampanye berjalan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Bawaslu yang selalu menyertai dan mengawasi serta melaksanakan sosialisasi kepada peserta pemilu. Sehingga dalam pelaksanaanya tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh mereka.

"Mari kita berainergi dan saling berkoordinasi untuk meminimalisir kecurangan. Kami juga tidak melarang kepada Panwaslu untuk berkoordinasi kepada parpol. Namun yang dilarang adalah kongkalikong. Itu yang tidak boleh," tandasnya.//Mn