• News
  • Sebanyak 246.673 Benih Lobster di Lepasliarkan Menteri Susi

Sebanyak 246.673 Benih Lobster di Lepasliarkan Menteri Susi


Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti melakukan pelepasliaran benih lobster (BL) sebanyak 246.673 yang terdiri atas 235.900 jenis pasir dan 10.773 jenis mutiara. Pelepasliaran BL tersebut dilakukan di dua titik lokasi di wilayah perairan Natuna pada Jumat (19 April 2019) kemarin.

BL tersebut merupakan hasil tangkapan ilegal yang berhasil diamankan oleh Polres Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) di Desa Lambur Luar, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur pada beberapa hari lalu. BL ditemukan dalam bentuk kemasan plastik yang dimasukan ke dalam 35 box styrofoam.

"Selanjutnya, bekerjasama dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi, BL tersebut dikirimkan melalui jalur penerbangan dari Jambi menuju ke Natuna dengan transit Jakarta dan Batam," tutur Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina melalui Siaran Pers, Sabtu (20 April 2019).

Lebih lanjut, Rina mengungkapkan bahwa turut mendampingi selama penerbangan menuju Bandara Raden Sadjad, Natuna, Kepala SKIPM Batam, Anak Agung Gede Eka Susila, Polres Tanjungjabung Timur, Bripka Febryanto, dan dua petugas BKIPM Batam serta satu petugas SKIPMi Jambi.

"Sekitar pukul 14.00 WIB, BL tiba di Bandara Raden Sadjat, Natuna. Setelah melalui proses transfer BL dari kargo bandara menuju truk TNI AL Lanal Ranai, rombongan tiba di Kecamatan Bunguran Timur sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (19 April 2019) kemarin. Kemudian BL tersebut dibawa menuju tempat pelepasliaran dengan menggunakan dua perahu nelayan," terang Rina.

Dikatakan Rina, sesampai di Lokasi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti turun tangan langsung melakukan pelepasliaran BL tersebut. Turut hadir mendampingi Menteri Susi, Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman, Komandan Lanal (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut Harry Setyawa, Polres Tanjungjabung Timur, Bripka Febriyanto, Kepala SKIPM Batam, Anak Agung Gede Eka Susila, dan sejumlah saksi lainya dalam pelepasliaran tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Susi juga melepasliarkan tiga ekor lobster bertelur. "Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) No. 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, lobster yang undersized dan bertelur tidak boleh diambil dari perairan Indonesia," jelas Menteri Susi.

Menteri Susi berharap, benih lobster yang telah dilepasliarkan dapat tumbuh dewasa dan berkembang biak agar keberadaannya terus lestari. "Semoga bayi-bayi lobster ini bisa hidup dan mengembalikan ketersediaan lobster supaya bisa ada lagi dan banyak," ujarnya.

Menteri Susi juga berpesan agar warga Natuna tidak menangkap kembali BL dan lobster bertelur yang telah dilepasliarkan tersebut. "Sekali lagi coba semua. Danlanal turun, Kepala BKIPM turun, Menteri pun turun (melakukan pelepasliaran BL). Demi apa? Demi anak-anak bangsa. Kalau orang Natuna nanti (lobster) yang bertelur ditangkapin, saya masukan dia ke laut. Tenggelamkan!," tegas Menteri Susi.

Sebagai informasi, keberhasilan pengaggalan upaya penyelundupan BL ini telah menyelamatkan potensi kerugian negara yang setara dengan Rp37.539.600.000 (tiga puluh tujuh miliar lima ratus tiga puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah). Hingga saat ini, pelaku penyelundupan BL yang melarikan diri masih dalam proses pencarian oleh pihak Satreskrim Polres Tanjungjabung Timur.//**