• News
  • Optimalkan Fasilitas Pelabuhan Perikanan di Merauke

Optimalkan Fasilitas Pelabuhan Perikanan di Merauke


Merauke - Sampai dengan saat ini, fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang yang sudah beroperasi di PPN Merauke antara lain meliputi dermaga sepanjang 287 meter atau seluas 4.874,5 m2, kolam pelabuhan (60 ha), trestle, alur pelayaran, turap, jalan utama, drainase, kantor pelabuhan, TPI (800 m2), suplai air bersih (200 m3/hari), gudang beku terintegrasi yang dapat menampung 200 ton ikan, sentra pengolahan ikan (375 m2), mess karyawan, kios perbekalan, masjid, shelter nelayan, MCK, dan pos jaga.

Hal itu diungkapkan Direktur Pelabuhan Perikanan sekaligus sebagai penanggung jawab pembangunan dan pengelolaan SKPT (Serta Kelautan dan Perikanan Terpadu) Merauke, Frits P. Lesnussa, Selasa (13 Agustus 2019).

Lebih lanjut, Frits mengatakan, sejak akhir tahun 2018 lalu SKPT Merauke juga telah melakukan ekspor perdana komoditi perikanan tanpa harus melalui kota lain. Berupa gelembung ikan (fish maw) ke Singapura sebanyak 431,5 kg melalui CV Bintang Fahri Internasional.

"Ekpor perdana ini merupakan awal yang baik untuk kemandirian SKPT Merauke. Melaui koordinasi antar berbagai stakeholder baik pengelola maupun pelaku bisnis perikanan, diharapkan akan semakin banyak industri perikanan yang masuk dan berkembang di SKPT Merauke," tuturnya.

Di samping fasilitas fisik yang terus ditingkatkan, kata Frits, ini dalam rangka meningkatkan operasional, pelayanan di PPN Merauke pun semakin didorong. Itu semua agar terus melayani nelayan dan pelaku usaha dengan cepat, tepat, dan efisien.

"Petugas di SKPT Merauke juga kami siapkan dalam memberikan pelayanan kepada kapal-kapal ikan yang berlabuh. Pelayanan tersebut meliputi penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI), dan pelaporan logbook penangkapan," imbuh Frits.

Dengan total luas area yang mencapai 74 Ha, Frits menuturkan bahwa kawasan PPN Merauke juga menyediakan 20 Ha kawasan industri perikanan terpadu yang dapat digunakan oleh pelaku usaha perikanan melalui mekanisme sewa lahan.

"Sampai dengan pertengahan 2019, luas kawasan industri yang siap digunakan telah mencapai 2 Ha. Sementara itu, sisa lahan industri yang tersedia sebesar 18 Ha dilakukan akselerasi untuk dapat dimanfaatkan dengan optimal," pungkasnya.//***