» Kategori : Ekonomi Rakyat

Jumat, 02 Juni 2017 - 10:24:42 WIB
"Celik" Perangkap Belut Tradisional
Hujan yang mengguyur wilayah Purbalingga beberapa hari ini memberi harapan bagi sosok yang akrab disapa Mbah Roso (69) untuk menangkap belut sebanyak mungkin. Celik (anyaman bambu yang digunakan untuk menangkap belut) telah dipersiapkan sejak siang tadi, sedikitnya seratus Celik dibawanya dengan pikulan bambu. "Mumpung sawahe wis akeh banyune, sapa ngerti welute pada gelem metu (mumpung ... Selengkapnya

Kamis, 01 Juni 2017 - 21:49:37 WIB
Keong Sumping yang Selalu Dicari
Ciacap - Bagi peternak bebek petelur, keong laut yang bernama keong sumping atau bangkang patlum sangat dibutuhkan sebagai pakan bebek petelur. Tak heran ketika air laut sedang surut para peternak bebek petelur rela berendam di Kali Yasa hingga berjam-jam untuk mencari keong sumping tersebut. Salah satunya, Mbah Harjo (57) warga Jalan Kelapalima, RT 02 RW II, Pedasong, Kecamatan Adipala. Saat ... Selengkapnya

Senin, 22 Mei 2017 - 22:05:23 WIB
Perajin Ikan Asin Lembutan
Cilacap - Siang itu, sekira pukul 14.00 WIB, cuaca sangat terik. Tampak terlihat aktivitas perajin ikan asin lembutan (ikan kecil), sedang membuat ikan asin dengan bernaung di gubuk-gubuk kecil di sekitaran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kemiren, Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap, Cilacap, Minggu (21 Mei 2017). Dengan cekatan dan terampil, mereka membelah ikan kecil ... Selengkapnya

Kamis, 18 Mei 2017 - 23:33:18 WIB
Gembus, Penopang Ekonomi Mbah Khasanudin
Cilacap - Dinamika kehidupan Mbah Khasanudin (70) warga Jalan Ketela, RT 02 RW VII, Desa Kalisabuk, Kesugihan, Cilacap sangat berwarna. Pria kelahiran tahun 1947 silam ini, sudah banyak mengenyam asam garam kehidupan. Berbagai profesi pun pernah ia jalani mulai dari buruh tani, tukang batu dan tukang deres. Menjadi penjual gembus sudah dilakoni Mbah Khasanudin selama 30 tahun. Camilan ... Selengkapnya

Rabu, 17 Mei 2017 - 21:25:04 WIB
Perjalanan Hidup Mbah Sukiyem
Cilacap - Perjalanan hidup Mbah Sukiyem memang penuh perjuangan dan pengabdian. Setelah suaminya meninggal tahun 1980 silam, ia menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia berjualan rujak, lotek dan gorengan di rumah. Seiring dengan perjalan waktu, usaha yang dilakoni ibu 4 anak ini, tidak lah berjalan dengan yang diharapkan. Disamping harga kebutuhan untuk ... Selengkapnya

Jumat, 05 Mei 2017 - 17:22:56 WIB
Ampas Tahu yang Dinantikan
Menjadi perajin Tahu telah dilakoni Rasito (60) bersama Rasidem (59) istrinya selama lebih dari duapuluh tahun. Industri rumahan yang dikelola pasangan paruh baya ini juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Sebab itulah mereka berusaha menjaga agar cerobong asapnya tetap ngebul yang berarti tetap produksi meskipun hanya mengolah duapuluh kilo kedelai setiap harinya. Selasa, 2 ... Selengkapnya

Hal: << First | < Prev | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ... | 13 | Next > | Last >>