Rabu, 06 Desember 2017 - 14:34:57 WIB
Kembangkan Potensi Cilacap
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 598 kali

Cilacap - Bupati dan Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji - Syamsul Auliya Rachman memiliki program 100 hari. Setelah dilantik, Tatto Suwarto Pamuji bersama Syamsul Auliya Rachman bersinergi untuk pengembangan potensi Cilacap menjadi Singapore of Java dengan penataan kawasan melalui perubahan tata ruang dan launching Tol Laut Selatan.

Bagaimanapun secara undang-undang tugas wakil bupati adalah membantu tugas bupati. Memang kami punya konsep. Bupati dan saya mempunyai cita-cita yakni to be Singapore of Java. To be Singapore of Java, apa sih untuk mendorong itu.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, saat ditemui di Kantornya, Senin (04 Desember 2017).

“Sebenarnya di periode pertama, Pak Bupati sudah mulai mewujudkan. Di tahun 2014, Pak Bupati sudah berupaya menyusun master plan dan blue green untuk mengarah kesitu,” tutur Syamsul.

Dia menambahkan untuk mewujudkan Cilacap Singapore of Java,di tahun 2018 ini, kami ingin merampungkan proses tata ruang. Berbicara membangun, tata ruang, masalah pertambangan tentu bersinggungan dengan pertanian perkebunan maupun yang lainya.

“Misalnya contoh masuknya aramco, kami kehabisan lahan industri sebab mau dibebaskan Kawasan Industri Cilacap (KIC) untuk proyek itu. Sedangkan kami harus mewujudkan to be Singapore of Java,” ujarnya.

Menurut Syamsul, apa sih daya tariknya? KIC sudah habis. Tahun 2015 Pemkab  sudah bersurat ke Komite Percepatan Penyedia Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dibawah Kemenko.

“Kami sampaikan blue green, juga kami sampaikan terkait arah pengembangan to be singapore of java. Pemkab sudah melangkah,” ujarnya.

Syamsul juga menjelaskan kami sudah men-survey di beberapa titik lokasi yang rencana akan diusulkan. Mungkin di bulan Desember, kami akan tindaklanjuti koordinasi ke pusat sehingga nantinya menjadi sinkron.

“Kami sedang merencanakan tata ruang. Dari BPN, tim sudah turun. Nanti dari kami memberikan blugreen-nya. Kemudian memberikan mana yang menurut kami akan usulkan,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Syamsul, teman-teman BPN nanti akan memetakan tentang pengelolaan tanahnya. Oh ini, daerah Begawan Donan tanahnya ada miliknya perhutani, ada yang sudah ditempati (milik) masyarakat di Kutawaru.

“Dari situ, BPN akan mengeluarkan analisis tentang hak pengelolaan lahan milik siapa saja. Setelah itu, di tahun 2018 akan kita masukan usulan untuk di perubahan tata ruang,” jelasnya.

Syamsul juga menerangkan, banyak potensi yang akan dikembangkan untuk mewujudkan Cilacap menjadi Singapore of Java. Dia memandang dari segi maritim Cilacap memiliki pelabuhan internasional.

“Cilacap punya pelabuhan, Pak Bupati sudah memohon adanya pemanfaatan laut selatan. Pak Bupati langsung ke Menteri memohon aset aset jalur tol laut selatan. Alhamdulilah diterima dengan baik,” tuturnya.

Dijelaskan Syamsul, kemarin Bupati sudah koordonasi dengan KSOP. Isya Allah target Januari tahun 2018 ada launching tol laut selatan. Home based-nya di Cilacap ke arah timur ke Pacitan sampai Trenggalek.

“Nanti ada pos-pos pemberhentian. Misalnya produk semen, hasil UMKM, kayu, produk olahan dan produk yang lainnya. Kemarin dari Dishub Ciacap sudah koordinasi ke pabrik semen,” ucapnya.

Syamsul berpendapat, pengiriman semen yang tadinya lewat jalur darat, nantinya ada alternatif melalui jalur tol laut selatan. Bentuknya nanti kargo umum bukan peti kemas. Pengiriman semen maupun produk lainnya yang pos-pos direct-nya di wilayah timur.

Untuk memancing itu, lanjut Syamsul, nantinya ada subsidi sebesar 50 persen. Pengiriman produk seperti semen, UMKM, kayu, olahan dan produk lainnya yang sebarannya di wilayah timur bisa memanfaatkan  jalur tol laut selatan sebagai alternatif-nya.

“Itu yang sedang dirintis oleh Bupati (Pemkab Cilacap). Insya Allah launching di Januari 2018. Hal ini sebagai pendorong pembuka pintu masuk ke Cilacap,” pungkasnya. //Wd.