Selasa, 05 Desember 2017 - 15:19:13 WIB
Body Rafting Di Sungai Citumang
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Jendela Wisata - Dibaca: 521 kali

Sekilas mulut gua itu bentuknya menyerupai sebuah tungku atau Hawu dalam bahasa Sunda dan Tumang dalam bahasa Jawanya. Dari dalam gua mengalir sungai yang airnya bening kebiru-biruan, disekitarnya tumbuh lebat semak belukar dan beragam pohon besar yang terjaga kelestariannya. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama sungai Citumang. Terletak di kawasan hutan lindung seluas 6,6 ha diketinggian antara 100 – 150 m dpl, kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata yang digemari kaum muda dengan body rafting untuk menguji keberanian dan tantangan.

Dari sumber resmi yang terpampang di papan informasi, nama Citumang lahir dikarenakan setelah aliran hulu sungai yang keluar dari gua kemudian jatuh membentuk curug/air terjun, akan tetapi dibalik Curug tersebut terdapat sebuah gua lain yang cukup panjang persis di bawah permukaan sungai yang ada diatasnya. Sedangkan airnya sama bersumber dari gua yang ada di hulu. Sehingga numpang (berada diatasnya), yang berasal dari kata Cai (air) dan Tumpang (numpang), akan tetapi masyarakat lebih suka menyebutnya Citumang dari pada Citumpang.

Masih terkait dengan nama Citumang, beberapa sumber menyebutkan Citumang tidak lain adalah Si Tumang sebutan untuk buaya putih buntung penghuni sungai tersebut. Namun, bukan buaya asli melainkan buaya simuman yang konon sering menampakan diri terutama pada bulan Mulud. Tentunya sebelum tempat tersebut menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Obyek wisata ini terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Pangandaran, sekitar 19 km dari Pangandaran ke arah Cijulang.

Menikmati petualangan di Sungai Citumang akan lebih menyenangkan bila dilakukan secara berkelompok atau sedikitnya tiga orang, tentunya dengan jasa  pemandu lokal yang handal dan terlatih. Mereka dari pemuda karang taruna desa setempat yang turut mengelola obyek wisata tersebut dengan memberikan layanan paket wisata body rafting. Dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp.100 ribu rupiah/per orang. Pengunjung akan mendapatkan fasilitas seperti peralatan keamanan berupa pelampung, sandal karet, pelindung kepala, dan suguhan makanan khas sunda. Demikian menurut Kang Aam (29) kepada PAMOR. Senin, 4 Desember 2017, di basecamp-nya di parkiran 2.

Keberadaan para pemandu tentunya akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang mencoba petualangan di Sungai Citumang. Bagi pemula, body rafting dilakukan dari bibir gua hingga ke finis dengan jarak tempuh 900 meter. Selama penjelajahan bermacam tantangan alam akan dilalui seperti berayun dengan tali di pohon kemudian loncat ke sungai, atau loncat dari batu sungai yang alirannya deras. Train water dimana seluruh peserta saling berpegangan memanjang dan mengambang mengikuti aliran sungai menjadi permainan yang khas dari petualangan di Sungai Citumang.//sp