Sabtu, 18 November 2017 - 15:31:22 WIB
Tersambar Petir, Kubah Masjid Nurul Iman Kota Banjar Jatuh
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 460 kali

Banjar -  Kubah Masjid Nurul Iman di Lingkungan Langen Rt. 006, Rw. 002, kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat jatuh setelah tersambar petir, sekira jam 16.30 WIB, Jumat (17 November 2017) petang lalu.

Selain merusak kubah, petir juga menyebabkan genteng masjid porak poranda. Bahkan pecahan genteng tersebut jatuh berserakan di halaman masjid.

Kapolsek Langensari, AKP Hasibin, SH membenarkan di wilayahnya terjadi peristiwa kubah Masjid Nurul Iman yang tersambar petir. Akibat sambaran petir, kubah masjid tersebut mengalami kerusakan dan sebagian genteng masjid juga jatuh berserakan.

“Tidak ada korban Jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian materil diperkirakan sekitar Rp. 10 juta,” ujarnya saat meninjau Masjid Nurul Iman, Jumat (17 November 2017).

Kejadian masjid tersambar petir tersebut langsung dilaporkan kepada Polsek Langensari dan petugas BPBD Kota Banjar. Petugas langsung meninjau lokasi dan melakukan pendataan sekaligus mengupayakan tindakan darurat untuk menangani kerusakan masjid.

Menurut Kasi Kadarlog BPBD Kota Banjar, Kuslan, S.IP, setelah mendapatkan laporan dari warga. Petugas dari BPBD Kota Banjar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan dan pembersihan di sekitar masjid.

“Kondisi masjid mengalami kerusakan cukup parah, untuk sementara waktu kegiatan salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya dipindahkan ke masjid terdekat,” terangnya.

Dia menambahkan rencananya petugas dan warga akan bergotong royong memperbaiki masjid Masjid Nurul Iman.

Beruntung sambaran petir tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa karena kondisi masjid sedang dalam keadaan kosong. Kerugian yang dialami pihak DKM Masjid Nurul Iman tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp. 10 juta.

Menanggapi insiden tersebut, Kuslan menghimbau agar warga masyarakat di wilayah Kota Banjar untuk waspada dan berhati-hati akan datangnya musim penghujan.

“Sekarang ini karena bencana alam bisa terjadi kapan saja dan datang secara tiba-tiba,” jelasnya.//Heru