Kamis, 16 November 2017 - 00:20:30 WIB
Koramil 17/Dayeuhluhur Ikuti Aksi Penanaman 1000 Pohon
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 585 kali

Cilacap - Dalam rangka upaya pengurangan resiko bencana alam, Personel Koramil 17/Dayeuhluhur ikuti apel siaga 1000 relawan dan aksi menanam pohon bertempat di Lapangan Desa Bingkeng, Kecamatan  Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Rabu (15 November 2017).

Menurut Danramil 17/Dayeuhluhur, Kodim 0703/Cilacap, Kapten Inf. Marjono, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara PNPB dan BPBD Kabupaten Cilacap dengan Koramil 17/Dayeuhluhur dan komponen masyarakat lainnya yang didukung oleh beberapa kelompok dari  sukarelawan seperti BPBD, RAPI, PMI, Bagana, Tagana, Senkom, Simpala, LPB MDMC serta Unsur Cilacap Rescue.

Dimana pada kegiatan ini, sambung Kapten Inf. Marjono, ditanam sebanyak 1000 batang bibit pohon seperti pohon jati, mahoni, kakao dan jenis pohon tahun lainnya. Disamping untuk penghijauan, juga dimaksudkan untuk menahan erosi dan peresapan sehingga kedepan mampu mengurangi resiko bencana alam.

"Serbuan Teritorial dalam rangka memantapkan tugas Binter di wilayah tidak boleh terhenti, karena hal ini bermuara langsung pada mantapnya kemanunggalan TNI-Rakyat. Termasuk juga dengan pengorganisasian komponen cadangan dan komponen pendukung dalam rangka kewajiban bela Negara bagi tiap - tiap warga Negara." tegas Kapten Marjono.

Sementara itu Bupati Cilacap H. Tato Suwarto Pamuji selepas memimpin apel menyampaikan, bahwa kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kontribusi dan kepedulian langsung pemerintah Kabupaten Cilacap terhadap masyarakat di wilayah rawan bencal.

“Disamping akan berfungsi dalam penghijauan. Tanaman ini juga akan berfungsi sebagai resapan air, agar air tidak langsung masuk sungai dan menimbulkan longsor. Ada beberapa persen yang terserap ketanah, dan akan mampu menjaga volume air dalam tanah,” tuturnya. 

Bupati menegaskan, pengurangan resiko bencana ini menjadi bagian komitmen untuk melaksanakan revolusi karakter bangsa yang salah satunya untuk menciptakan budaya aman, melalui peningkatan kesadaran masyarakat dengan semangat gotong-royong, komunitas dan lembaga lainnya tanpa mengesampingkan kearifan lokal sebagai wujud identitas daerah. // Wd/Pendim.