Kamis, 09 November 2017 - 22:48:50 WIB
Tahun Anggaran 2017, Progres Kinerja Dinas PSDA Cilacap Terpenuhi
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 448 kali

Cilacap - Progres kinerja Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap, tahun anggaran 2017 terpenuhi. Sebanyak 325 proyek baik berupa fisik maupun non fisik dari APBD definitif tahun anggaran 2017 telah dilaksanakan dan sebagian kegiatan sudah selesai dikerjakan.

“Dari 325 kegiatan tersebut, 283 proyek ditenderkan secara lelang (LPSE). Sedangkan yang melalui metode penunjukan langsung maupun konsultan ada 42 kegiatan,” ungkap Plt Kepala Dinas PSDA Cilacap, Saeful Hidayat, S.IP, ST, MM saat jumpa pers di aula Dinas PSDA, Kamis (09 November 2017).

Namun, lanjut Saeful, dari total kegiatan yang ditenderkan secara lelang, ada 24 kegiatan yang diretenderkan, karena tidak ada pemenangnya. Sesuai schedulle selesai 28 November dan 15 Desember 2017. 

“Kegiatan yang diretender memang kita ulang, karena sesuai dengan proses pengadaan barang dan jasa. Alasan diretender, ada yang tidak menawar dan sebagian tidak memenuhi persyaratan, sehingga kita lelang ulang. Kegiatan yang diretender itu cukup banyak, baik pekerjaan irigasi maupun yang diampu oleh sungai pantai,” jelasnya.

Saiful juga mengungkapkan ada 7 kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan dan dikembalikan yaitu pekerjaan yang bukan tupoksi Dinas PSDA, seperti pemasangan gorong-gorong, plesterisasi drainase dan lain lain.

“Secara fisik sudah terpenuhi progresnya, dapat dikatakan 100 persen, hanya yang tadi saya sampaikan untuk progres yang retender itu belum waktunya selesai, namun sebagian ada yang sudah selesai,” ujarnya.

Dijelaskan Saeful, dalam pelaksanan pekerjaan dilapangan tidak ada permasalahan. Hanya saja ada kendala oleh faktor alam seperti yang terjadi di wilayah Kalisabuk. Dimana saat waktunya akan selesai, sungai Kalisabuk meluap dan menggenangi area persawahan hingga beberapa hektar, dan tentunya itu terkendala tidak bisa melaksanakan.

“Namun sekarang air sudah surut, dan sedang dikerjakan, sehingga tinggal hitungan hari akan selesai. Anggaran untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 230 juta," ujar Saeful  

Lebih lanjut Saiful menjelaskan, pekerjaan tanggul pantai di 3 titik, progresnya sampai tanggal 15 Desember. Kegiatan sudah dilaksanakan tinggal proses penyelesaian. Untuk kegiatan tanggul pantai Tegalkamulyan dengan panjang mencapai 450 meter, dan sekarang sudah 69 persen.

Dikatakan Saiful, anggaran tanggul pantai tidak sama, tanggul pantai Tegalkamulyan pagu-nya Rp 2,6 miliar, tanggul pantai Widarapayung Rp 2,3 miliar, dan tanggul pantai Bunton sebesar Rp 2,2 miliar.

Menanggapi revitalisasi Kaliyasa, Saeful menjelaskan, kewenangan revitalisasi ada di balai besar. Dinas sudah mengusulkan ke balai besar dan Detail Engineering Design (DED)-nya sudah kita buat, namun ada revisi DED, sehingga akan dilaksanakan tahun 2018.

Dijelaskan Saeful, konstruksi Kaliyasa akan dilaksanakan tahun 2019. Jadi tahun 2018 baru revisi DED. Desainnya seperti yang kemarin kita rencanakan ada yang menggunakan dinding turap (sheet pile) maupun pengaman tanggul lainnya seperti pasangan batu atau sistem gorong-gorong kalau memungkinkan.

"Penguatan tebing maupun normalisasi, memang memerlukan penanganan secara khusus. Hal tersebut karena drainase diatasnya juga terganggu, tidak bisa mengalir akibat adanya sedimentasi yang tinggi dari sungai Kaliyasa, apabila dikeruk sekitar 2,5 meter," tuturnya.

Disinggung mengenai komunitas peduli sungai, Saeful mengatakan untuk komunitas peduli sungai di beberapa kelurahan sudah ada yang eksyen dengan membentuk komunitas (paguyuban)-nya, dan kita akan tindaklanjuti komunitas tersebut pada dinas kami. Saat ini kami konsentrasi untuk sungai yang ada di wilayah kota dengan pembentukan paguyuban peduli sungai.

"Kegiatan peduli sungai adalah unsur dari masyarakat, untuk bisa berpartisipasi dalam pengelolaan drainase maupun sungai yang dimungkinkan supaya sungai atau drainase tersebut tidak menimbulkan banjir. Selain itu, paguyuban tersebut juga untuk memberitahukan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan," katanya. 

Ditegaskan Saeful, untuk menjaga kebersihan sungai perlu disosialisasikan secara intens. Disamping itu, perlu dipasang papan larangan agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai.

"Di Kabupaten Cilacap ada sekitar 80 saluran pembuangan. Kita akan inventarisir drainase atau sungai mana, yang perlu dibentuk kelompok peduli sungai," tuturnya. //WD.