Rabu, 08 November 2017 - 10:39:44 WIB
Majelis Dikdasmen PDM Cilacap Gelar Rakor dan Pelantikan 15 Kepala Sekolah Muhammadiyah
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 485 kali

Cilacap - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Jawa Tengah, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah Muhammadiyah se Kabupaten Cilacap dan melantik 15 Kepala Sekolah Muhammadiyah dari jenjang SD/MI, SMP dan SMK, Selasa (7 November 2017), di Gedung PWP Pertamina, Cilacap.

Kegiatan Rakor dan Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah tersebut, dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Drs. Tapsir, M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Kuswan Hasan, ST, Ketua Majelis Dikdasmen PMD Cilacap, Risdiyanto, S.Pd, MM.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cilacap, Kepala Sekolah Muhammadiyah se Cilacap dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/Ma dan SMK serta Kepala Sekolah Muhammadiyah terlantik beserta pendampingnya.

Kepala Sekolah Muhammadiyah Cilacap dari jenjang SD/MI yang dilantik diantaranya, Fathu Surur sebagai Kepala SD Muhammadiyah Kaliwungu Kedungreja; Nur Sa’idah, S.Pd SD menjabat Kepala SD Muhammadiyah Kroya; Faijah Puji Rahayu, S.Pd SD sebagai Kepala SD Muhammadiyah Sidareja; Amin Bahrun, S.Pd.I sebagai kepala MI Muhammadiyah Gentasari Kroya; Maskabul, S.Ag sebagai Kepala MI Muhammadiyah Buntu Kroya; Siti Rahayu, S.Pd.I sebagai Kepala MI Muhammadiyah Mujur Lor Kroya dan Siti Salamah, S.Pd.I sebagai Kepala MI Muhammadiyah Caruy.

Dari jenjang SMP, Kepala Sekolah yang dilantik yakni Nasrori, S.HI sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kroya; Drs. Sumitro sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kroya; Muslih Arifin, S.IP, MM.Pd sebagai Kepala SMP Muhammadiyah Maos; Edy Siswono, S.Pd sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 2 Wanareja; Moh. Geri Saeful Hayat, S.Pd sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 1 Wanareja; Tarya, S.Pd sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 2 Dayehluhur; Imam Santoso, S.Pd sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 1 Dayehluhur dan Haryanto, ST sebagai Kepala SMK Muhammadiyah 1 Cilacap.

Saat ditemui disela-sela kegiatan, Ketua Majelis Dikdasmen PMD Cilacap, Risdiyanto, S.Pd, MM menuturkan, kegiatan Rakor ini bertujuan untuk mempersiapkan kegiatan belajar dengan sistem Full Day School (FDS). Semua Sekolah Muhammadiyah wajib FDS.

"FDS yang dimaksud bukan 5 hari sekolah. Tetap 6 hari sekolah, hanya saja ada tambahan jam belajar, kegiatan sekolah dan kompetensinya, sehingga mutu pendidikan bisa lebih ditingkatkan," ujarnya.

Dijelaskan Ridiyanto, pelantikan kepala sekolah ini, diharapkan bisa meningkatkan mutu (kualitas) pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Sekaligus ada yang untuk penyegaran (pindah tempat) seperti di Wanareja. "Dari SMP Muhammadiyah 1 Wanareja pindah tempat ke SMP Muhammadiyah 2 Wanareja. Begitupun sebaliknya," tuturnya.

Kepada seluruh kepala sekolah yang terlantik, Risdiyanto berpesan, agar lebih semangat, kreatif dan lebih inovasi, karena kedepan tantang lebih berat terutama bagi sekolah-sekolah swasta. "Selain itu harus bisa mandiri. Tidak mengandalkan bantuan. Itu yang kita harapkan, ya mandiri lah," ujarnya.

Disebutkan Risdiyanto, mandiri yang dimaksud ialah bagaimana kepala sekolah bisa kreatif dalam mencermati suatu peluang usaha. Ia mencontohkan SMK Muhammadiyah 1 Cilacap, sekolah tersebut punya jurusan farmasi, harus mempunyai toko obat. SMK Muhammadiyah Majenang ada jurusan outomotif harus punya bengkel (wajib) itu, yang bisa melayani masyarakat disekitarnya.

"Jika dikelola dengan kreatif dan inovasi, bisa menghasilkan uang sehingga kesejahteran yang ada disekolah tersebut bisa meningkat. Mutu pendidikan meningkat, kesejahteraan juga meningkat," jelasnya.

Sementara untuk jenjang pendidikan lainnya seperti SD/MI dan SMP/ MTs yang ada gunung, menurut Ridiyanto, potensi yang bisa digarap oleh sekolah diantaranya peternakan dan pertanian. Semua jika digarap dengan baik pastinya bisa meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan.

“Teknisnya tinggal bagaimana pihak sekolah mengelolanya. Nantinya orang tua siswa bisa dilibatkan untuk merawat ternak tersebut. Harus bisa mandiri. Jika hanya mengandalkan dari bos dan sumbangan dari orang tua siswa tidak cukup. Harus kreatif, inovasi dan mandiri, sehingga mutu pendidikan dan kesejahteraan sekolah Muhammadiyah Cilacap terus meningkat,” pungkasnya. //WD