Minggu, 29 Oktober 2017 - 15:54:59 WIB
Kesenian Jemblung Harus Dibangkitan dan Dilestarikan
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 471 kali

Banyumas - Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein sangat mengapresiasi dan mendukung pagelaran wayang jemblung yang digagas oleh seniman muda Ki Dalang Agung Wicaksono dan Gus Misbah dalam membangkitan dan melestarikan kesenian asli Banyumas untuk dipentaskan di Pendapa Sipanji Purwokerto, Sabtu (28 Oktober 2017).

"Kesenian jemblung harus dibangkitkan, dilestarikan dan dikembangkan. Ini warisan agung leluhur Banyumas. Harus dijaga jangan sampai punah. Kesenian ini, asli kesenian Banyumas. Kita harus bangga," ujar Husein saat jumpa pres, di teras rumah dinas Bupati, Sabtu (28 Oktober 2017) petang, sebelum acara pementasan Wayang Jemblung, Kirab Pusaka Gula Kelapa dan Ruwatan Agung dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 89.

Bupati merasa bangga dengan apa yang digagas seniman muda dalam membangkitkan, melestarikan dan memajukan kesenian yang ada di daerah. Kesenian jemblung sangat mengedepankan kearifan lokal, sebagai jati diri masyarakat Banyumas.

"Sebagai masyarakat Banyumas harus bangga dengan warisan budaya yang kita miliki. Jaman dulu pemuda berjuang melawan penjajah. Itu kan cita-cita rakyat Indonesia untuk terlepas dari penindasan Sekarang kita harus menghormati dan menjaga budaya agar tetap lestari dan berkembang," ujarnya.

Husein berpendapat, pagelaran wayang jemblung, harus menarik. Syarat utama tontonan harus menarik, sehingga masyarakat tertarik untuk menikmati tontonan tersebut. Terutama menarik bagi kalangan pemuda dan pemudi.

"Selain itu, juga harus bisa menjadi tuntunan. Artinya disitu harus mengandung pelajaran hidup. Harus ada pesan dan makna yang disampaikan, bagaimana menjalani kehidupan yang benar dan tidak terlepas dari jati diri kita sebagai masyarakat Banyumas,” tuturnya.

Husein juga mengungkapkan, nanti dalam pementasan wayang jemblung, ia akan diajak njemblung. Peran yang diterima ialah mengingatkan dan menasehati Bawor agar tidak kebablasan. Sehingga Bawor kembali menjadi sosok yang berwawasan luas dan memiliki pemikiran maju tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai kultur Budaya Banyumasan. //WD