Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:59:40 WIB
Polres Banjar Gagalkan Sindikat Perdagangan Orang
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 520 kali

Banjar - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kota Banjar melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kota Banjar berhasil mengungkap dan menggagalkan sindikat perdagangan orang yang akan dikirim ke Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (15 Oktober 2017) lalu.

"Terungkapnya kasus perdagangan orang ini, berawal dari informasi masyarakat, Jumat (13 Oktober 2017) lalu. Dari informasi yang dihimpun ada perekrutan orang di Banjar yang diduga untuk diperjualbelikan sebagai pemandu lagu (PL) dan pekerja sek komersial (PSK)," kata Kapolres Banjar, AKBP Twedi. A.B, S.Sos, Sik, M.H saat jumpa pers di depan Kantor Satreskrim Polres Banjar yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Jaya Sofyan, dan Kabid Perberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ika Kartikawat, Kamis (19 Oktober 2017).

Dijelaskan Twedi, setelah ditelusuri tim khusus Satreskrim, kami berhasil melacak dan meringkus salah satu tersangka yang berinisial IL bersama salah satu korban yang berinisial YU yang akan berangkat ke Pasuruan, Jawa Timur dengan menggunakan bus malam di Terminal Banjar, Minggu (15 Oktober 2017) lalu,  sekitar pukul 17.00 WIB.

"Berdasarkan pengembangan dan keterangan tersangka IL. Timsus segera melacak ke Pasuruan. Disana kami berhasil menyelamatkan 4 korban yang berasal dari Kota Banjar dan mengamankan dua tersangka," ujarnya.

Kapolres menambahkan, dua tersangka tersebut kita amankan, karena mereka sebagai penampung dan perantara kasus perdagangan orang. Setelah dilakukan penggrebegan, Senin (16 Oktober 2017) di lokasi. Tersangka dan korban dibawa ke Mapolres Kota Banjar.

"Setelah dilakukan pengembangan pemeriksaan dari keterangan yang didapat ketiga tersangka dan saksi korban. Kasus ini bisa dinyatakan sebagai tindak pidana perdagangan orang," jelas Kapolres Banjar.

Menurut Kapolres, atas perbuatannya, tersangka kami kenakan UU no. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, pasal 2 dan 10, dengan ancaman pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.

Sementara menurut, Kabid Perberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ika Kartikawati, kondisi korban saat ini merasa tertekan dan harus menjalani rehabilitasi untuk pemulihan psikologinya.

"Korban rata-rata tergiur oleh iming-iming yang ditawarkan oleh tersangka. Karena dari segi perekonomian mereka dari kalangan tidak mampu (pengangguran)," tuturnya.

Untuk menekan tindak pidana perdagangan orang, Ika menghimbau kepada masyarakat Kota Banjar untuk lebih berhati-hati dengan apa yang mau dikerjakan. Jangan percaya terhadap iming - iming yang akhirnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

"Kami dengan pihak Kepolisian akan terus meningkatkan sosialisasi tentang kejadian ini, supaya kedepannya tidak terulang dan diharapkan kejadian ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya ialah 2 unit HP  merek Opo, 1 unit Hp merek Samsung warna hitam, 1 unit HP merek Nokia, 1 unit HP Axio, uang senilai Rp 500 ribu, beserta nota warna merah, 1 buah ATM termasuk buku tabunganya daan buku catatan milik korban. // Heru.