Kamis, 05 Oktober 2017 - 11:50:42 WIB
Bawor Simbol Kultur Budaya Wong banyumas
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 486 kali

Pola kehidupan masyarakat Banyumas yang hidup dalam kultur budaya tradisional kerakyatan sering kali dikaitkan dengan simbol Bawor, salah satu tokoh dari panakawan dalam pakeliran gagrag Banyumas. Bawor memiliki watak lugu, jujur, rendah diri dan cablaka.

Nasirin novelis asal Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas berpendapat, Bawor adalah sosok imajiner, sebuah kearifan lokal bentuk kepribadian, identitas kultural masyarakat yang berupa nilai, norma, etika kepercayaan, dan adat istiadat.

Tokoh pewayangan ini menjadi idola masyarakat Banyumas, dilihat dari alur cerita. Sebuah tokoh yang hadir bukan karena dilahirkan melainkan dicipta dari bayangan Semar. Dari sisi inilah karakter Bawor menjadi panutan dan ditiru oleh masyarakat Banyumas.

Dalam cerita pewayangan, Bawor punya prinsip selalu mengabdi dengan sikap apa adanya dan jujur, sehingga menumbuhkan gaya bahasa yang cablaka. Begitu juga dengan masyarakat Banyumas yang terus berjalan seiring perkembangan zaman, tetapi tetap mengedepankan gaya Banyumasannya.

Dilingkungan tempat lahir dan tumbuhnya sosok novelis ini, sifat lugu, jujur, dan rendah diri masih sangat kental. Hal tersebut bisa dilihat dari ungkapan yang lazim diucapkan oleh masyarakat setempat, "Panginyongan ora golet sing apik-apik, sing biasa-biasa baen".

Istilah panginyongan disini bisa diartikan sebagai rasa intropeksi dan kesederhanaan, melakuan sesuatu sesuai dengan porsinya. Tidak memiliki rasa minder terhadap seseorang yang berada diatasnya.

Meskipun memiliki hubungan sosial masyarakat yang sepadan, orang Banyumas juga sangat memegang teguh nilai penghormatan. Dan itu terlihat dari bagaimana cara orang Banyumas memperlakukan tamu. Di sebagian kalangan memberi penghormatan (suguhan) yang istimewa harus dilakukan, istilahnya ora ana ya di ana-anakna. Tapi ada juga yang memperlakukan tamu secara apa adanya (apa yang dikeluarkan sama persis dengan yang ada di dalam).

Sekelumit karakter banyumas yang berkembang dari proses panjang sejarah masa lalu dengan fase-fase peradaban dan budaya yang terus berkembang, mengingat orang banyumas yang bebas dan terbuka dalam berinteraksi dengan masyarakat luar. //ipung