Senin, 04 September 2017 - 16:51:15 WIB
Segaluh Luhur Al-Karomah
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 635 kali

Puluhan keris dan tombak yang berjajar diantara benda-benda kuno di sudut ruang ukuran 2 X 3 meter, menjadi sebuah pemandangan yang tersaji di salah satu markas Laskar Segaluh Luhur Al-Karomah Banyumas yang berada di Jl Pramuka, Purwokerto.

Segaluh Luhur Al-Karomah merupakan sebuah wadah jamaah Istigosah yang menggabungkan Islam dengan budaya Jawa pada setiap kegiatannya. Sedangkan puluhan pusaka dan benda-benda kuno tersebut merupakan koleksi dari Iwan atau yang lebih akrab disapa empu. Di Segaluh Luhur sosok Iwan merupakan tokoh yang membidangi pusaka.

Nama Segaluh Luhur sendiri diberikan karena di Banyumas diyakini sebagai tempat berdirinya kerajaan Galuh Purba yaitu sebuah kerajaan yang dipercaya menjadi cikal bakal kerajaan-kerajaan di Nusantara. Sedangkan nama Luhur sendiri bertujuan untuk selalu mengingat akan leluhurnya.

Gus Misbah salah satu pendiri Segaluh Luhur saat berkunjung ke PAMOR, Kamis (31 Agustus 2017) lalu mengatakan, Ada tiga perkara yang diterapkan oleh Segaluh Luhur. Tiga perkara tersebut adalah Jawa digawa, Arab digarap dan Barat diruwat.

Sebagai orang Jawa atau Kejawen sudah seharusnya kita bangga dengan Jawanya, karena Kejawen sendiri mempunyai arti Kejawaan, yaitu menjunjung tinggi pribadi luhur. Dan Kejawen bukan hanya sekedar pakaian adat, tradisi maupun ritual, tapi juga akhlak, perilaku dan sikap.

"Jawa itu luar biasa, ada anggah-ungguh, sopa -satun, dan andap-asor yang kesemuanya itu mengajarkan kita untuk menghilangkan ego dan bersikap lembah manah," jelasnya.

Sedangkan untuk Arab digarap, karena dalam ajaran agama Islam sendiri ada syariat yang harus dikerjakan (digarap). Dan sebagai umat muslim kita wajib menjalankan semua syariat yang ada. Jadi Jawa sebagai pribadinya, dan Islam sebagai agamanya.

Untuk Barat diruat sendiri adalah cara untuk menerima dan memilah-milah pengaruh budaya luar yang masuk seiring berkembangnya teknologi di era modern ini. Jadi yang baik diterima dan yang tidak baik disingkirkan (diruat).

Segaluh Luhur sendiri mempunyai anggota aktif kurang lebih 50-an orang, sementara kegiatan rutin yang dilakukan adalah zikir dan tawasulan bersama yang diadakan dua kali dalam sebulan.

Sementara untuk bedah budaya merupakan hal yang selalu dilakukan saat berkumpul. Dan yang menarik, disetiap kegiatannya seluruh anggota mengenakan busana adat jawa.//ipung