Jumat, 18 Agustus 2017 - 21:44:35 WIB
Dinas Perikanan Cilacap Monitoring dan Uji Penggunaan Bahan Kimia Bagi Produk Perikanan
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 679 kali

Cilacap - Dinas Perikanan Cilacap melalui Bidang Usaha Perikanan melaksanakan sosialisasi. monitoring dan uji penggunaan bahan kimia bagi produk perikanan yang dijual pedagang ikan basah dan ikan asin Pandanarang, Teluk Penyu, Cilacap, Jumat (18 Agustus 2017) pagi, di TPI Pandanarang, Cilacap.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 pedagang tersebut, diawali dengan pemaparan tentang pemahaman cara pengolahan, pendinginan dan pengawetan yang sehat untuk dikonsumsi, dilanjutkan dengan penjelasan bahaya penggunaan jenis bahan aditif yang dilarang ditambahkan pada produk pangan seperti formalin (formaldehyde), borak, pewarna tekstil (metanil yellow), auramin berwarna kuning dan rhodamin B, ketika dikonsumsi oleh manusia.

Seusai pemaparan cara pengolahan dan penjelasan pengertian bahaya zat aditif yang dilarang pada produk perikanan, dilanjutkan dengan uji penggunaan bahan kimia pada contoh produk ikan asin yang dijual oleh para pedagang, diantaranya ikan asin jenis teri nasi, teri besar, belanak, cumi, bilis dan gabus.

Para pedagang yang mengikuti kegiatan tersebut, sangat antusias menyimak pemaparan dan pengarahan dari Dinas Perikanan, bahkan mereka juga sangat aktif dalam sharing (berbagi) tentang informasi pengolahan produk perikanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi dan bahaya bahan pengawet dan pewarna yang dilarang untuk makanan.

Saat ditemui, seusai kegiatan monitoring dan uji penggunaan bahan kimia bagi produk perikanan, Kabid Usaha Perikanan Cilacap, Ir. R. Nanang Kusbiyantoro, M.Si menjelaskan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pengarahan kepada pedagang ikan basah dan ikan asin yang ada obyek wisata Teluk Penyu Cilacap tentang cara pengolahan produk perikanan yang sehat dan bahaya penggunaan bahan pengawet dan pewarna yang dilarang ketika dikonsumsi oleh manusia.

"Selain sosialisasi, kita juga memastikan produk perikanan yang dijual oleh pedagang (bakul) maupun masyarakat pengolah ikan, aman dikonsumsi oleh masyarakat. Makanya, kita test produk perikanan yang dijual oleh mereka, ada bahan kimia atau tidak," tuturnya.

Ditemukan Ikan Asin Teri Nasi Mengandung Bahan Berbahaya

Setelah semua contoh ikan asin ditest, Nanang mengungkapkan, dari contoh produk ikan asin yang diuji, ditemukan jenis ikan asin yang mengandung bahan kimia berbahaya yaitu ikan asin jenis teri nasi. "Kalau produk yang lainnya tidak mengandung bahan berbahaya, aman untuk dikonsumsi," katanya.

Dijelaskan Nanang, produk ikan asin teri nasi yang positif mengandung bahan berbahaya diperoleh atau dibeli pedagang dari pantura. "Pedagan disini, beli jadi dari pantura. Dengan adanya temuan ini, kita akan berkoordinasi ke Dinas Perikanan Provinsi, agar segera ditindaklanjuti. Kita tidak tahu pantura mana, karena bukan produk dari Cilacap," ujarnya.

Dengan ditemukan produk perikanan yang mengandung bahan berbahaya, Nanang menghimbau kepada para pedagang agar berhati-hati dalam memilih produk yang akan dijual dan tidak menggunakan bahan berbahaya tersebut ketika membuat produk olahan (ikan asin) sendiri. "Jika sudah paham, jangan dibeli dan dijual. Apalagi membuat produk yang mengandung bahan dan pewarna berbahaya," ujarnya.

Selain itu, Nanang juga meminta agar pedagang di obyek wisata Teluk Penyu, tidak curang dalam masalah timbangan. "Kalau harganya murah tapi timbangannya kurang, kan bikin pembeli kecewa. Harganya saja yang disesuaikan sehingga para pembeli merasa puas," pungkasnya. //wd.