Senin, 14 Agustus 2017 - 14:15:55 WIB
Banyumas Extravaganza 2017 Usung Tema Topeng Kinclong
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 740 kali

Banyumas - Pergelaran Banyumas Extravagansa 2017, yang dihelat di Alun-alun Purwokerto, Minggu (13 Agustus 2017) kali ini mengusung tema “Topeng Kinclong”. Dengan mengangkat tema topeng kinclong ini, diharapkan kedepan dunia pariwisata Banyumas semakin bersinar dan cantik sebagai destinasi wisata bagi para wisatawan.

Event tahunan sebagai ajang promosi potensi pariwista dan budaya Kabupaten Banyumas ini, diikuti sekitar 70 regu dari berbagai instansi, sekolah, perusahaan, dan kelompok masyarakat. Semua peserta Banyumas Extravagansa mengikuti arak-arakan (pawai jalanan) yang dimulai dari depan Bioskop Rajawali atau Jalan S. Parman, Purwokerto, menuju Alun-Alun Purwokerto dengan menyusuri Jalan Jenderal Soedirman.

Menurut Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, pergelaran Banyumas Extravaganza 2017 ini, selain untuk menghibur masyarakat, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan potensi pariwisata serta sebagai upaya untuk melestarikan budaya. "Dengan demikian, masyarakat akan semakin mencintai budaya mereka sendiri," ujarnya, disela-sela acara pergelaran Banyumas Extravagansa 2017.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, melalui kegiatan ini, diharapkan bisa meningkatkan pariwisata, mengembangkan budaya, dan memberi ruang bagi para pegiat seni dalam mengembangkan kreativitasnya.

Diakui Asis, pergelaran Banyumas Extravaganza yang merupakan agenda wisata tahunan itu beberapa kali mengalami perubahan jadwal. Pergelaran Banyumas Extravaganza, tahun sebelumnya digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas. "Berbeda dengan tahun lalu. Banyumas Extravagansa 2017 dilaksanakan berbarengan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia," katanya.

Sementara itu, menurut Susilo Widyono, warga Desa Cihonje, Grumbul Cogreg, RT 02 RW XII, Gumelar, Banyumas, pergelaran extravaganza tahun ini terkesan biasa saja. "Tidak ada gregetnya.Terkesan hanya menggugurkan kewajiban agenda rutin tahunan saja," ujarnya.

Susilo berpendapat, semestinya pergelaran semacam ini, dikemas dengan kegiatan yang menarik dan inovatif, tidak terlepas dengan keunikan dan kearifan lokal di Banyumas ini. "Harus terus dievaluasi setiap tahunnya. Apalagi untuk mengangkat dunia pariwisata dan budaya. Ya tentunya harus jelas konsepnya sehingga pengunjung atau penonton merasa terhibur dan terkesan dengan pergelaran ini," ujarnya.

Ditegaskan Susilo, yang terpenting, bagaimana mengemas kegiatan tersebut menjadi sebuah event yang mengenalkan identitas dan kearifan lokal yang menjadi karakter khas Banyumas kepada masyarakat luas. "Harus unik, menarik dan berbeda setiap tahunnya," pungkasnya.