Selasa, 08 Agustus 2017 - 23:46:37 WIB
Aktivitas Lelang Udang di TPI PPC dan TPI Sidakaya Cilacap Meningkat
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 639 kali

Cilacap - Sudah sekitar dua minggu ini, nelayan Cilacap dari Kelompok Nelayan PPC dan Sidakaya yang menggunakan jaring ciker atau kantong mendapat hasil yang melimpah. Semua hasil tangkapan beragam jenis udang seperti udang jerbung, peci dan dogol, dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPC dan TPI Sidakaya yang berada di Dermaga 3, Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC).

Saat ditemui Pamor, di Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Selasa Kliwon, (08 Agustus 2017) sore, Ketua TPI PPC, Sukarno menuturkan, sudah setengah bulan ini, hasil yang didapat nelayan dari PPC dan Sidakaya lumayan banyak. "Total hasil yang dilelang di TPI PPC dan Sidakaya, selama dua minggu ini, sekitar 1 ton," ujar Sukarno yang juga sebagai Ketua Kelompok Nelayan PPC, disela-sela persiapan kegiatan transaksi lelang udang, sekitar pukul 16.45 WIB.

Disebutkan Sukarno, jenis udang yang dilelang ialah udang jerbung, peci dan dogol. Dengan melimpahnya hasil tangkapan. Aktivitas lelang di demaga ini, meningkat. Tapi jika sedang paila, aktivitas lelang akan menurun. "Jika hasil yang didapat sedikit, nelayan tidak mau ikut lelang. Alasannya malas untuk mengantri," ujar warga PPC, RT 01 RW VII, Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap.

Lebih lanjut, Sukarno menjelaskan, harga udang yang dilelang di TPI cukup tinggi dibandingkan dijual langsung ke tengkulak. "Harga udang jerbung sekitar Rp 240 ribu perkilonya. Sedangkan udang peci sekitar Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu perkilo. Sementara untuk udang dogol terbagi dua macam yaitu dogol berut, Rp 65 ribu perkilo dan dogol hitam, Rp 50 ribu perkilonya," terangnya.

Lelang ini, menurut Sukarno, awal pemasaran dari hasil tangkapan para nelayan. Proses transaksi lelang dihadiri juru lelang, bakul dan nelayan pemilik. "Bakul yang ikut lelang ada 5. Namun yang aktif ikut lelang hanya 3 bakul. Transaksi ini, mengacu Standar Operasional Tempat Pelelangan Ikan (SOP TPI) yang dikelola oleh KUD Mino Saroyo Cilacap," ujarnya.

Sukarno juga menjelaskan, TPI Sidakaya, jika selasa kliwon dan jumat kliwon biasanya tutup. Kalau di TPI PPC, tutupnya hanya jumat kliwon. "Sudah menjadi tradisi nelayan, jika jumat kliwon tidak ada yang melaut. Berbeda dengan nelayan Sidakaya, jika selasa kliwon kebanyakan tidak melaut. Jadi TPI nya ikut tutup," tuturnya.

Sementara itu, menurut Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap, Untung Jayanto, saat ini, hasil yang didapat nelayan lebih baik dari tahun sebelumnya. Sudah dua minggu ini, ada peningkatan hasil yang diperoleh nelayan sehingga aktivitas lelang udang di dermaga ini meningkat

Disebutkan Untung, tahun 2016, produksi perikanan tangkap atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sekitar Rp 45 miliar, menurun dari tahun 2015 yang produksinya mencapai Rp 72 miliar. Penurunan hasil tersebut karena faktor cuaca alam. "Tahun ini, target produksi kami sekitar Rp 75 miliar," ujarnya.

Jika dilihat, dengan peningkatan pendapatan hasil yang didapat nelayan saat ini, Untung berharap, target produksi tahun ini, bisa tercapai. "Insyaallah, target tahun ini bisa tercapai. Alhamdulillah, semua aktivitas lelang TPI di 8 kelompok nelayan meningkat. Di TPI Pandarang sudah tiga hari ini, mulai ada aktivitas kembali. Aktivitas TPI tergantung dengan hasil yang diperoleh para nelayan," tuturnya. //wd