Rabu, 02 Agustus 2017 - 22:30:21 WIB
Dinas Perikanan Cilacap, Sosialisasi Calon Penerima Bantuan Premi Asuransi Nelayan
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 633 kali

Cilacap - Dinas perikanan Cilacap bersama dengan Asuransi Jasindo melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan nelayan, calon penerima Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) Cilacap tahun 2017. Kegiatan sosialisasi yang di diselenggarakan di DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Rabu (02 Agustus2017) dihadiri oleh 76 nelayan dari perwakilan kelompok nelayan di wilayah eks Kotip Cilacap.

Program BPAN, merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan hak-hak dan perlindungan bagi para nelayan, karena profesi nelayan memiliki risiko yang cukup tinggi sehingga dapat mengancam jiwa dan keselamatannya saat melaut.  

Dengan diluncurkan program ini, diharapkan nelayan kecil dan tradisonal memiliki jaminan perlindungan atas resiko yang dialaminya dan meningkatkan kesadaran nelayan untuk melanjutkan asuransi secara mandiri.

Kegiatan sosialisasi tersebut diawali dengan penyerahan santuan (klaim) kepada keluarga nelayan dari Kelompok Nelayan Kemiren, warga Kelurahaan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap yang meninggal karena kecelakaan di laut, sebesar Rp 200 juta dan keluarga nelayan dari Kelompok Nelayan Pandanarang, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap yang meninggal secara alami.sebesar Rp160 juta.

Saat ditemui seusai kegiatan sosialisasi, Kabid Perikanan Tangkap, Ir. Yuwono Tegas Prasetyo melalui Kasi Pemberdayaan Nelayan, Saiful Purnamaaji, menuturkan, kegiatan hari ini adalah sosialisasi calon penerima bantuan premi asuransi nelayan Cilacap tahun 2017. "Tujuan dari kegiatan ini, untuk melindungi nelayan, karena selama ini, kita tahu semua bahwa nelayan itu, memiliki pekerjaan yang beresiko tinggi sehingga nelayan perlu ada perlindungan," ujarnya.

Dijelaskan Saiful, bantuan premi asuransi nelayan ini, merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada nelayan. Artinya pada saat nelayan mendapat musibah, pemerintah ingin hadir. Selama ini, beberapa tahun yang lalu, kejadian kecelakaan yang menimpa nelayan saat melaut, pemerintah tidak hadir.

"Tidak hadir bukan berarti pemerintah lepas tangan. Tetapi tidak ada bentuk santuan disana. Dengan adanya asuransi ini, harapannya pemerintah hadir disana sehingga nelayan dan keluarganya merasa terjamin dan terlindungi dari resiko pekerjaannya," tutur Saiful.

Kriteria calon penerima bantuan asuransi nelayan Cilacap 2017 diantaranya ialah memiliki kartu nelayan, berusia maksimal 65 tahun pada tanggal 31 Desember 2017, menggunakan kapal berukuran paling besar 10 GT, tidak pernah mendapatkan bantuan program asuransi dari pemerintah, tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang undang-undang (Permen KP No 2 Tahun 2015), patuh pada ketentuan yang tercantum pada polis ansuransi dan KTP status pekerjaanya nelayan. // heru, wd.