Rabu, 02 Agustus 2017 - 00:02:40 WIB
Ciptakan Budaya Mutu Sekolah Melalui Sekolah Model
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 709 kali

Cilacap - Pemerintah saat ini, terus mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan untuk mencapai keunggulan pendidikan di Indonesia, baik ditingkat dasar maupun menengah dengan meciptakan budaya mutu sekolah melalui sekolah model.

Sekolah model ini, tidak terlepas dari terpenuhinya 8 standar nasional pendidikan (SNP) yang diantaranya ialah standar isi, kompetensi lulusan, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, penilaian pendidikan dan standar pembiayaan pendidikan.

Dengan diadakan sekolah model diharapkan bisa menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain dengan menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri

Menurut Kepala SMP Negeri 8 Cilacap, Drs Nursalim M.Pd, sekolah model itu, merupakan program pemerintah untuk mencapai keunggulan didalam pendidikan di Indonesia baik untuk tingkat dasar maupun tingkat menengah.

"Tujuan diadakan sekolah model ialah memberikan acuan kepada lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia atau sekolah-sekolah yang ada, agar mereka bisa melihat sekolah yang sudah terpenuhi 8 standar pendidikan mulai dari standar isi hingga standar pembiayaan," ujarnya, saat ditemui di kantornya, Selasa (1 Agustus 2017).

Disamping itu, lanjut Nursalim, tujuannya juga memberikan gambaran pengelolaan sekolah model kepada masyarakat, bahwa jajaran pendidikan itu benar-benar bekerja nyata untuk menerima aspirasi dari masyarakat, mendidik anak-anak bangsa.

Disebutkan Nursalim, sekolah model itu, sekolah yang 8 standar sudah terpenuhi, menurut Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, yang diperbarui dengan Peraturan Pemerintah No 32  Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

"Dalam hal itu, tidak  hanya mereka terpenuhi standar pelayanan minimalnya. Tetapi sekolah itu sudah punya keunggulan-keunggulan. Keunggulan baik didalam prestasi anak didik secara akademik mupun non akademik, keunggulan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah model," tuturnya.

Menurut Nursalim, keunggulan di bidang akademik dan non akademik itu, tidak hanya pada anak didik. Termasuk dengan guru dan kepala sekolahnya. Disamping itu, perlengkapan sarana dan prasarana harus mendukung dalam melayani anak didik yang belajar di sekolah itu,sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari pelaksanaan sekolah model.

"Artinya, jika orang tua menyekolahkan anaknya, hasil yang diharapkan tentunyan berbeda dengan sekolah yang bukan sekolah model. Kalau mereka (anak didik) disekolahkan di sekolah model hasilnya sama dengan sekolah biasa berarti sekolah tersebut belum melayani dengan baik. Perlu dievaluasi pembelajaran di sekolah model tersebut," tuturnya.

Bagi sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah model, menurut Nursalim, mulai dari awal evaluasi diri sekolah. Perencanaan prorgam yang tertuang dalam rencana pengembangan sekolah (RPS) baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, itu benar-benar disana sudah dihayati oleh warga sekolah yang ada.

"Warga sekolah itu siapa, sumber dayanya, gurunya, muridnya, kepala sekolahnya. Semuanya harus menyadari betul. Bahwa saya berada di sekolah model yang akan dipakai sebagai percontohan sekolah yang lainya. Jad harus ada evaluasi diri yang kuat untuk melaksanakan perbaikan secara terus menerus dalam mencapai suatu keunggulan prestasi yang baik," tuturnya.

Nursalim berharap, dengan diadakan sekolah model ini, 8 standar pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah bisa terlaksana di masing-masing sekolah. Tidak hanya satu atau dua sekolah model. Tapi suatu saat bisa 3, 4, 5, dan 6 atau 7 bahkan lebih, sehingga ada persaingan yang sehat dalam mengembangkan dunia pendidikan. "Hal ini, yang diharapkan pemerintah, sekolah model bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, sehingga diakui secara nasioanal bahkan internasional," jelasnya. //wd