Jumat, 21 Juli 2017 - 23:36:53 WIB
Hasil Tangkapan Nelayan Kemiren Dilelang di TPI
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 709 kali

Cilacap - Hasil tangkap nelayan Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap sejak awal Juli tahun ini, semakin membaik. Hasil tangkapan yang diperoleh oleh nelayan dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kemiren.

Kegiatan pelelangan ikan merupakan awal pemasaran dari hasil tangkapan yang didaratkan di TPI Kemiren. Proses transaksi lelang dihadiri juru, juru bakul dan nelayan pemilik. Transaksi tersebut sesuai dengan Standar Operasional Tempat Pelelangan Ikan (SOP TPI) yang dikelola oleh KUD Mino Saroyo Cilacap, yang mengacu pada Perda Kabupaten Cilacap No. 7 Tahun 2009 tentang Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Surat Perintah Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Cilacap No. 523.2/979/24 tertanggal 30 Desember 2009 dan Keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Mino Saroyo Cilacap Tutup Buku Tahun 2009 yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2010.

Menurut Ketua TPI Kemiren, Sudir, semua hasil tangkapan nelayan Kemiren dilelang di TPI. "Hasil tangkapan yang didapat nelayan Kemiren, baik hasinya banyak atau sedikit selalu dilelang di TPI. Disini jumlah total nelayan yang memiliki perahu ada sekitar 50 perahu. Berapapun hasilnya selalu dilelang," ujarnya saat ditemui di TPI Kemiren, disela-sela aktivitas transaksi pelelangan, Kamis (20 Juli 2017).

Sejak awal Juli, hasil tangkapan yang didapat nelayan Kemiren cukup melimpah. Hasil yang didapat saat melaut diantaranya, udang rebon ampas, udang  badak, udang krosok, udang dogol dan jenis ikan lembutan.

"Saat ini udang rebon ampas seharga Rp 4 ribu perkilo, harga udang badak sekitar RP 12 ribu perkilo, udang krosok Rp 24 ribu perkilo dan ikan lembutan seharga Rp 6 ribu perkilonya," jelasnya.

Dalam proses lelang, juru lelang mengumumkan dan memimpin proses lelang dengan terlebih dahulu menyebutkan jenis udang dan ikan baik, ukuran maupun berat hasi tangkapan serta nama nelayan pemilik. "Proses lelang diakhiri apabila juru lelang tersebut telah menyebutkan nama pemenang lelang atas harga penawaran tertinggi," ujarnya.

Setelah ada bakul yang ditetapkan sebagai pemenang lelang, maka bakul tersebut dan nelayan pemilik harus mempunyai karcis lelang yang disediakan oleh TPI. Pencatatan transaksi tercantum pada karcis lelang yang meliputi: nama nelayan, nama bakul, berat dan jenis ikan, harga satuan, jumlah harga. "Setelah proses pelelangan selesai dan harga telah disepakati maka pembayaran hasil lelang dilakukan di kantor TPI," tuturnya.

Sesuai dengan aturan dan kesepakatan, untuk operasional TPI, bakul dan nelayan dikenakan biaya administrasi lelang (BAL). BAL untuk nelayan sebesar 3 persen dan bakul 2 persen. Penggunaan BAL sebesar 5 persen itu, 3,75 persen dikelola KUD yang diperuntukan untuk perawatan TPI sebesar 0,20, biaya penyelenggaraan lelang sebesar 1,50 persen, pengembangan KUD sebesar 0,50 persen, operasional HNSI sebesar 0,05 persen, dana sosial sebesar 0,50 persen, operasional produksi sebesar 0,20 persen, dana paceklik sebesar 0,50 persen, asuransi nelayan sebesar 0,30 persen. Sedangkan yang 1,25 persen dikembalikan kepada nelayan dan bakul dengan perhitungan tabungan bakul 0,25 dan simpanan nelayan sebesar 1 persen. //wd.