Jumat, 21 Juli 2017 - 23:25:45 WIB
Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A Tingkat Nasional, Cilacap Raih Juara 3
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 668 kali

Cilacap - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap, patut merasa bangga, pasalnya  Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Rahayu Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap mewakili Jawa Tengah dalam lomba OP irigasi partisipatif P3A tingkat nasional tahun 2017 yang dilaksanakan di Serpong, Kota Tangerang, Provinsi Banten dari Tanggal 21-24 Mei 2017 lalu.

Pada tahap penilaian presentasi P3A Tirta Rahayu masuk lima besar, namun, setelah masuk tahap selanjutnya yakni verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 5-16 Juni, Jawa Tengah yang diwakili P3A Tirta Rahayu dari Kabupaten Cilacap meraih peringkat ke 3 Nasional.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap, Saeful Hidayat S.IP, ST, MM, dalam lomba OP Irigasi partisipatif P3A tingkat nasional tahun 2017 kemarin, secara keseluruhan hasil penilaian para juri, Kabupaten Cilacap masuk kategori juara nasional peringkat ke 3.

Disebutkan Saeful, Peringkat pertama diraih oleh Jawa Timur, peringkat kedua DIY, ketiga Jawa Tengah, keempat Sulawesi Selatan dan peringkat kelima Nusa Tenggara Timur (NTT). "Lomba OP Irigasi partisipatif P3A tahun ini, diikuti 17 peserta yang mewakili daerah masing-masing, termasuk P3A Tirta Rahayu Desa Bojongsari yang mewakili Provinsi Jawa Tengah," tuturnya, saat ditemui dikantornya, Selasa (11 Juli 2017).

Penilaian lomba meliputi dua tahapan yakni penilaian presentasi dan verifikasi lapangan. Cilacap dalam penilaiannya poin yang diraih nilainya selisih sedikit, hanya beberapa poin saja. "Penilaian lomba meliputi profil, presentasi dan lapangan secara keseluruhan, untuk penilaian lapangan, P3A Tirta Rahayu masih menang, tapi secara keseluruhan kita diperingkat ketiga. Persainganya sangat ketat," katanya.

Dijelaskan saeful, lomba ini setiap tahun ada, dan kita berusaha agar setiap tahun ada peningkatan. Semoga tahun depan kita menjadi yang terbaik. Bagi Saeful, ada lomba maupun tidak ada lomba yang terpenting ialah melaksanakan kegiatan sesuai dengan pedoman Kepmen PU.

"Kita dibawah naungan kementriannya PU, jadi apa yang menjadi pedoman undang-undang, itulah yang kita laksanakan. Bukan hanya teorinya saja, namun kita implementasikan dilapangan," ujarnya.

Saeful menegaskan, bukan karena ada lomba, terus kita semangat akan menghadapi lomba. Ada lomba maupun tidak ada lomba, kita melaksanakan kegiatan sesuai dengan tupoksi dan sesuai petunjuk aturan secara hukum.

"Lomba ini, tidak semata-mata hanya untuk mencari juara. Dengan adanya lomba ini diharapkan bisa menjadi pemacu dan motivasi bagi sumber daya manusia selaku pengelola irigasi bisa melaksanakan kegiatannya betul-betul sesuai dengan pedoman," ujarnya.

Dijelaskan Saeful, dalam lomba ini, kita harus bisa mengambil hikmah dan manfaatnya agar bisa menjadi suri tauladan bagi organisasi pengelola irigasi di daerah lain, dan kecamatan lain. "Bukan masalah juaranya. Seperti harapannya pak Bupati. Apa artinya juara jika kita tidak bisa mengimplementasikan di lapangan, seperti yang diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat Cilacap," tuturnya

Bagi Saeful, yang penting di lapangan bisa memberikan pelayanan yang prima kepada petani, khususnya air irigasi bisa lancar secara adil dan merata, sehingga bisa meningkatkan hasil pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap.

Dalam pelombaan yang sama, Cilacap pada tahun 2004 pernah meraih Juara Pertama yang diwakili P3A Karya Bakti Kecamatan Kedungreja. Sedangkan di tahun 2008 diwakili P3A Melati yang berada di bawah BBW Serayu Opak juga menjadi Juara Pertama. Disamping itu, Cilacap kerap meraih juara pertama tingkat nasional dalam lomba Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan. //wd