Kamis, 13 Juli 2017 - 22:21:43 WIB
Nelayan Cilacap, Panen Ikan Bawal Hitam
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 822 kali

Cilacap - Musim angin timur tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Musim paila atau paceklik yang dirasakan hampir 2 tahun, mulai membaik. Tahun ini, nelayan Cilacap yang berangkat melaut mulai mendapat hasil tangkapan yang berlimpah.

Sudah 2 hari ini, nelayan Cilacap yang memiliki jaring tursin mini menikmati (panen) musim ikan bawal hitam yang sedang keluar di daerah perairan Babakan Gunung Selok, Srandil dan PLTU Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut nelayan Pandanarang Cilacap, Wagino (44), sudah dua hari ini, nelayan memperoleh hasil yang lumayan. Untuk mendapatkan ikan bawal hitam, jaring yang digunakan jenis tursin mini dan harus ada rumpon (tendak) agar ikan tersebut mudah dijaring.

"Rumpon (tendak) tersebut terbuat dari kandi yang di belah kemudian diikat dengan tali dan diberi pelampung serta batu. Mirip seperti memasang bendera. Setiap satu rumpon terdiri dari 10 kandi yang dibelah. Biasanya rumpon yang dipasang sebanyak 20 hingga 25 rumpon dengan diberi jarak 0.5 meter setiap rumponnya," tutur Wagino, Kamis (13 Juli 2017) siang, saat ditemui seusai melaut di sekitaran pinggiran pantai Teluk Penyu Cilacap.

Setelah rumpon atau tendak dipasang, lanjut Wagino, ditunggu kira-kira 30 menit. Jika ikan bawal sudah banyak kelihatan di sekitaran rumpon, jaring tursin mini dibuang dan mengintari rumpon tersebut lalu ditarik keatas perahu.

Musim angin timur tahun ini, nelayan Cilacap banyak yang mendapat hasil. Selain ikan bawal, hasil yang keluar beragam seperti rajungan, udang rebon ampas, tengiri, baleng, semar pati, udang jerbung, jahan, bilis dan hasil tangkapan lainnya. "Semua hasil tangkapan tergantung dengan peralatan ketika melaut," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Supriyanto (51) nelayan Pandanarang Cilacap, warga RT 4 RW 15, Pandanarang. "Saat ini, nelayan mulai mendapat hasil ketika berangkat melaut. Berbeda dengan tahun lalu. Paila sekali. Sekarang hasilnya lumayan, sedikitnya bawal yang didapat sekitar 25 kg bahkan ada yang hasilnya 1 kuintal lebih," tutur pria yang sudah turun melaut selama 42 tahun.

Saat ini, sambung Supriyanto, harga bawal hitam bervariasi tergantung besar kecilnya ikan. Kalau yang kecil sekitar 15 ribu per kilonya. Jika yang agak besar dihargai Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per kilonya. "Alhamdulillah hasil yang sedang keluar saat ini, bisa untuk kebutuhan ekonomi keluarga, maklum sudah lama paila," tuturnya bersyukur dengan adanya hasil yang didapat di lautan.

Begitu juga yang disampaikan, Latief (36) warga Jalan Tengiri Timur, Gang Lendra, RT 04 RW XI, Cilacap, ia sangat bersyukur dengan hasil yang didapat. "Lumayan dapat bawal hitam sekitar 75 kg. Ya bagiannya sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Bisa untuk kebutuhan hidup, apalagi besok libur. Sudah tradisi jika Jumat Kliwon nelayan tidak ada yang mau melaut," tuturnya. //wd