Selasa, 11 Juli 2017 - 20:52:56 WIB
Berkah Musim Angin Timur Bagi Nelayan Payang Cilacap
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 757 kali

Cilacap - Setiap tahun, ketika memasuki musim angin timur, membawa berkah tersendiri bagi nelayan Cilacap.  Di musim angin timur ini, nelayan Cilacap yang memiliki jaring arad maupun jaring ampera (payang) merasakan musim panen (along) udang rebon ampas.

Salah satunya ialah pemilik kapal payang Baru Terima dari Kebon Baru, Cilacap yang memiliki 10 ABK. Selama 2 bulan ini, pemilik kapal beserta ABK-nya menikmati hasil musim udang rebon ampas yang sedang melimpah di sekitaran perairan PLTU Bunton, Adipala, Cilacap.

Menurut salah satu ABK kapal Baru Terima, warga Gang Mina I, RT 03 RW III, Kebon Baru, Dahman (57),sudah hampir 2 bulan, dirinya menikmati hasil dari musim udang rebon ampas. "Hari ini, hasil yang didapat lumayan banyak. Hasilnya sekitar 8,8 kuintal udang rebon ampas. Lumayan bisa menutup biaya operasional dan ABK dapat bagian hasilnya (nyacar) sekitar Rp 150 ribu per orang," ujarnya, Senin (11 Juli 2017) sore, seusai membongkar hasil tangkapan di Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.

Dijelaskan Dahman, musim angin timur asal tidak hujan, hasil nelayan payang cukup lumayan. Namun jika hujan hasilnya akan berkurang. "Biasanya musim angin timur tidak ada hujan. Namun tahun ini sering hujan, hal itu tentunya berpengaruh terhadap hasil tangkapan," ujar pria yang sudah 36 tahun mengenyam asam garam kehidupan di lautan.

Jaring payang selain untuk menangkap udang rebon ampas, juga digunakan untuk menjaring udang barat, ikan bilis, tongkol, amping, kembung dan ikan kacangan. Setiap melaut biaya opersional yang dikeluarkan sebesar Rp 400 ribu. "Jika sedang musim udang rebon, kita melaut pagi hari sekitar jam 04.00 hingga 05.00 WIB. Pulangnya tergantung hasil yang didapat. Meskipun masih pagi hasilnya banyak (nrajang), ya langsung pulang. Paling lama pulangnya, jam 15.00 WIB. Ya sore seperti sekarang ini," tutur Dahman.

Saat ini, lanjut Dahman, harga udang rebon ampas sekitar Rp 4.350,- per kilonya. Biasa jika sedang banyak hasil biasanya harga sedikit menurun. Namun jika sedang sepi hasil harganya bisa tinggi sekitar Rp 5 ribu perkilonya.

Dijelaskan Dahman, upah yang diterima ABK berdasarkan dengan hasil penjualan yang didapat. "Hasil yang diterima ABK dari hasil yang didapat dikurangi biaya operasional dibagi 2 dengan pemilik kemudian dibagi berapa banyaknya ABK. Biasanya ABK kapal payang sedikitnya 8 orang hingga 10 orang. Tapi jika kapalnya besar ABK-nya bisa mencapai 12 orang," tuturnya.

Musim angin timur tahun ini, para nelayan payang Cilacap sangat mensyukuri dengan hasil yang didapat. Musim paila atau paceklik yang dirasakan selama ini, berangsur-angsur membaik. Dengan adanya hasil saat ini, para nelayan payang Cilacap tidak mau melewatkan musim tersebut. Setiap hari tanpa mengenal lelah mereka berangkat melaut agar roda perekonomian keluarganya terus berputar. //wd