Kamis, 01 Juni 2017 - 21:49:37 WIB
Keong Sumping yang Selalu Dicari
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 658 kali

Ciacap - Bagi peternak bebek petelur, keong laut yang bernama keong sumping atau bangkang patlum sangat dibutuhkan sebagai pakan bebek petelur. Tak heran ketika air laut sedang surut para peternak bebek petelur rela berendam di Kali Yasa hingga berjam-jam untuk mencari keong sumping tersebut. Salah satunya, Mbah Harjo (57) warga Jalan Kelapalima, RT 02 RW II, Pedasong, Kecamatan Adipala.

Saat dijumpai Pamor dibawah Jembatan Kali Yasa, disekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Mbah Harjo menjelaskan, setiap  10 hari sekali, dirinya selalu mencari keong sumping di Kali Yasa untuk memberikan pakan tambahan bebek petelur yang dipeliharanya.

"Jika sedang musim kering, cari keong sawah susah. Tapi kalau cari keong bangkang patlum atau sumping sangat mudah didapatkan di sepanjang Kali Yasa. Hanya menunggu air surut saja," ujarnya, sambil membawa keong sumping untuk dimasukan kedalam kandi besar yang sudah dipersiapkannya, Rabu (31 Mei 2017) petang.

Dijelaskan Mbah Harjo, kebanyakan peternak bebek petelur yang di Kecamatan Adipala, mencari keong sumping di sepanjang Kali Yasa. Ada yang rombongan membawa kendaraan colt bak dan ada yang sendirian. Disamping mudah didapatkan, keong sumping bisa bertahan hidup selama 1 bulan.

"Asalkan masih di dalam kandi, keong bisa bertahan hidup 1 bulan. Makanya keong ini, dicari oleh banyak peternak bebek. Seperti warga dari Desa Glempangpasir, Adipala, biasanya mereka rombongan datang kesini. Kalau di Pedasong khususnya di grumbul saya, hanya saya saja," tutur bapak 4 anak yang telah dikarunai 4 cucu ini.

Dikatakan, Mbah Harjo, usaha bebek petelur yang dilakoninya selama 1 tahun, sebagai penghasilan sampingan. Pekerjaan pokoknya ialah sebagai petani. Ia menggarap sawah miliknya seluas ¼ bahu untuk ditanami padi.

"Selain menjadi peternak bebek petelur, ya jadi tukang kayu dan batu. Semua pekerjaan tersebut saya lakoni untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi yang pokok, ya petani mas," ujarnya sembari menghisap rokok untuk mengusir rasa lelah dan dingin karena sudah berjam-jam berendam di Kali Yasa.

Mbah Harjo menuturkan bebek yang dipelihara hanya sebanyak 21 ekor. Setiap pagi dan sore ia memberikan pakan keong sumping kepada bebeknya. "Hasilnya lumayan, setiap hari telur bebek yang dihasilkan sekitar 10 hingga 15 butir per hari. Bisa untuk menambah penghasilan," tuturnya.

Pria kelahiran tahun 1960 silam ini, sudah banyak mengenyam asam garam kehidupan, Dia sangat paham kapan air laut akan surut. Rasa lelah dan dingin pun tidak dirasa, setiap mencari keong sumping atau bangkang patlum, ia bisa memperoleh sekitar 80 kg untuk persediaan pakan ternaknya selama 10 hari kedepan. //wd