Minggu, 28 Mei 2017 - 12:27:29 WIB
LSM GMBI Distrik Cilacap Santuni 120 Anak Yatim Piatu
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 710 kali

Cilacap - Buka puasa bersama ‘Bukber’ di bulan suci Ramadhan telah menjadi budaya bagi umat Muslim di seluruh daerah. Dibulan suci Ramadhan ini, semua kelompok dari lapisan masyarakat, mulai dari kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah melakukan bukber untuk menjalin silaturrahmi dan berbagi dengan sesama khususnya anak-anak yatim piatu.

Senyum ceria tampak terpancar dari wajah ratusan anak yatim piatu yang berkesempatan hadir untuk mengikuti pengajian dan berbuka puasa bersama yang diadakan LSM GMBI Distrik Kabupaten Cilacap. Acara yang juga dibarengi pemberian santunan kepada 120 anak yatim piatu berlangsung di Kantor Sekretariat LSM GMBI Distrik Cilacap, Jalan Pertanian No 4, RT 05 RW II, Desa Mujur, Kecamatan Kroya, Sabtu (27 Mei 2017).

Acara bukber dan pemberian satunan tersebut dihadiri Sekertaris LBH LSM GMBI  Welter Jateng, Supriyatno, Ketua LSM GMBI Distrik Cilacap, Tukin Sakedy, Ketua LSM GMBI Distrik Banyumas, Ketua LSM GMBI Distrik Purbalingga, Camat Kroya, M. Najib, Kapolsek Kroya, Kesbangpol, segenap LSM GMBI KSM Sampang, GMBI KSM Kota, GMBI KSM Maos,dan undangan lainnya.

Di akhir acara, Kyai Toyibi sebagai penceramah memberikan tausiyah ramadhan dan pemahaman pentingnya bela negara Indonesia, sekaligus memimpin doa bersama untuk berbuka puasa.

Kepada Pamor, Ketua LSM GMBI Distrik Cilacap, Tukin Sakedy mengatakan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H ini, kita (LSM GMBI) mengadakan bukber dan memberikan santuan kepada 120 anak yatim piatu yang berada di Kabupaten Cilacap. Disamping itu, kami juga memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya bela negara Indonesia pada anak-anak.

"Selain untuk mempererat tali silaturahmi dengan semua pihak. Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, LSM GMBI ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu. Hal ini, tentunya, seperti yang diharapkan oleh Ketum dan Ketua Wilter LSM GMBI," ujar Tukin Sakedy, Sabtu (27 Mei 2017) seusai acara bukber.

Dijelaskan Tukin Sakedy, melalui medium bukber ini, kita jalin dan perkuat persatuan dan kesatuan. Semoga kita bisa memanfaatkan momentum buka puasa bersama untuk meraih hikmah atau manfaat untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai ini.

GMBI akan terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan kepada masyarakat serta menjaga Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI merupakan harga mati. "LSM GMBI menjadi garda terdepan untuk melawan paham radikal agar tidak menyebar di Kabupaten Cilacap demi tegaknya pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka tunggal Ika. Seperti yang sudah dilakukan GMBI pada saat pembubaran HTI dan mengusir mereka saat akan mengadakan pawai akbar," tandasnya.

Sementara menurut Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Banyumas, Abdul Hakim, sebagai lembaga sosial kontrol, GMBI juga peduli kepada anak-anak anak-anak yatim piatu. Abdul menilai, masalah duniawi dan akhirat sebagai tabungan masa depan sangat perlu.

"Makanya GMBI peduli kepada anak-anak yang terlantar dan yatim piatu yang kira sudah diatur dalam undang-undang. Anak-anak telantar dipelihara oleh pemerintah. Tapi nyatanya apa, masih banyak anak-anak yang belum tersentuh atau dipelihara oleh pemerintah seperti yang diamanatkan oleh undang-undang, " ujarnya.

Abdul sangat apresiasi dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh LSM GMBI Distrik Kabupaten Cilacap. "Insyaallah nanti di pertengahan puasa kita juga akan adakan bukber dan santuni anak-anak yatim piatu yang berada di Banyumas," jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Sekertaris LBH LSM GMBI Wilter Jawa Tengah, Supriyatno, dirinya sangat apresiasi kepada GMBI Distrik Cilacap yang mengadakan kegiatan ini dengan baik. Semoga hal ini menjadi panutan bagi distrik-distrik yang lain bisa mengadakan kegiatan seperti ini.

Dikatakan Supriyatno, kedepan GMBI lebih baik lagi untuk meningkatkan pembelaan masyarakat bawah terutama masyarakat yang terdholimi, tertindas dan masyarakat yang terpinggirkan. "GMBI tetap konsen sebagai lembaga kontrol sosial masyarakat, jadi kami akan terus membela masyarakat," tuturnya.

Supriyatno menegaskan, falsafah kami bela negara Indonesia. Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka tunggal Ika menjadi pedoman GMBI. Kami tidak akan melenceng dari pedoman itu. "GMBI akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dan melakukan konsolidasi kepada seluruh anggota GMBI. Jangan sampai kita tercerai berai. Kita harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan,” tuturnya. // wd.