Senin, 15 Mei 2017 - 23:23:33 WIB
Dinas Perikanan Cilacap Terapkan Sertifikat CBIB dan CPIB Bagi Pokdakan
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 555 kali

Cilacap - Dinas Perikanan Cilacap melalui Bidang Perikanan Budidaya terus meningkatkan hasil produk perikanan budidaya yang aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat dengan melaksanakan pelatihan penerapan dan pemberkasan untuk pengajuan sertifikat cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan cara pembenihan ikan yang baik (CPIB) bagi Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) lele dan gurame di wilayah eks Kotip Cilacap.

Pelatihan diikuti 25 pembudidaya dari 5 Pokdakan yang berada di Kelurahan Karangtalun, Donan, Sidanegara, Gunung Simping dan Kelurahan Cilacap (Sentolo Kawat), dilaksanakan, di Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Kinayungan yang berlokasi di jalan Putra II, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (15 Mei 2017).

Menurut Kabid Perikanan Budidaya, Indarto, disamping untuk proses pemberkasan dan pengajuan sertifikat CBIB dan CPIB. Tujuan pelatihan ini, agar para pembudidaya memahami kriteria dan standar serta prinsip budidaya ikan yang baik sesuai dengan prosedural yang direkomendasikan dan dianjurkan, sehingga produk perikanan budidaya yang dihasilkan berkualitas, aman dan sehat untuk dikonsumsi bagi kesehatan manusia.

"Pembudidaya harus paham prinsip budidaya ikan yang baik seperti keamanan biologi untuk mencegah dan mengurangi peluang masuknya suatu penyakit ke sistem budidaya serta mencegah penyebarannya dari satu tempat ke tempat lain yang masih bebas. Keamanan pangan dan ramah lingkungan," ujarnya.

Dijelaskan Indarto, kriteria dan standar tersebut ada 18 aspek yang harus dipahami dan dilakukan oleh para pembudidaya diantaranya lokasi, suplai air, tata letak dan desain, kebersihan fasilitas dan perlengkapan, persiapan wadah dan penebaran, pengelolaan air, benih, pakan, obat ikan, bahan kimia dan subtansi berbahaya, penggunaan es dan air, panen, penanganan hasil, pengangkutan, pembuangan limbah, rekaman dan catatan, tindakan perbaikan, pelatihan, kesehatan dan higienitas personil.

"Lokasi budidaya harus tidak menimbulkan bahaya keamanan pangan akibat kondisi sekitar baik bahaya kimia, biologi maupun fisik. Suplai air harus dari sumber air yang baik dan terhindar dari sumber polusi atau bahan pencemaran," ucapnya.

Disamping itu, Indarto juga menjelaskan, pembudidaya harus memiliki desain dan tata letak yang dapat mencegah kontaminasi silang. Unit usaha harus jauh dari toilet, septic tank, gudang sehingga tidak mengkontaminasi produk budidaya.

"Harus menjaga kebersihan fasilitas dan perlengkapan secara higienis pada unit budidaya dan lingkungan. Pembudidaya juga harus melakukan tindakan pencegahan terhadap hewan dan hama yang dapat menyebabkan kontaminasi," ujarnya.

Menurut Indarto, benih yang ditebar harus dalam kondisi sehat dan berasal dari unit pembenihan bersertifikat dan tidak mengandung penyakit berbahaya maupun obat ikan. Masalah pakan harus diperhatikan. Pakan yang digunakan memiliki nomor pendaftaran atau sertifikat yang dikeluarkan oleh Dirjen atau surat jaminan dari institusi yang berkompeten.

"Pemberian pakan harus efesien dan tepat dosis sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan. Jangan dicampur dengan bahan tambahan antibiotik obat ikan yang dilarang, sehingga produk yang dihasilkan berkualitas, aman dan sehat untuk dikonsumsi," tuturnya.

Indarto juga menerangkan kegiatan pelatihan CBIB dan CPIB sudah dilaksanakan sebanyak 3 kali. Pertama dilaksanakan di kecamatan Kesugihan, Maos dan Sampang untuk pelatihan nila, lele dan gurame . Kedua dilaksanakan di Kecamatan Nusawungu dan sekitarnya untuk pelatihan udang vaname dan ketiga di Kecamatan Cilacap Tengah. "Dalam pelatihan ini, respon para pembudidaya sangat baik, dan mereka tidak dipungut biaya (gratis)," tuturnya.

Sementara menurut salah satu pembudidaya dari Donan, Muklisin, dengan adanya pelatihan penerapan dan pemberkasan untuk pengajuan sertifikat cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan cara pembenihan ikan yang baik (CPIB) bagi Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) sangat bermanfaat bagi pembudidaya ikan.

"Pelatihan ini sangat bagus bagi pembudidaya lele pemula seperti saya. Dengan mengikuti pelatihan ini, saya jadi paham bagaimana cara membudidaya lele yang berkualitas, aman dan sehat untuk dikonsumsi. Disamping menambah pengetahuan juga tambah banyak teman,” ujarnya. // wd