Jumat, 12 Mei 2017 - 23:54:29 WIB
Perjuangan APPEC Temui Titik Terang
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 770 kali

Cilacap - Perjuangan Alisiansi Pekerja Proyek Cilacap (APPEC) untuk turut berkontribusi dalam Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) akhirnya membuahkan hasil dan sudah ada titik terang.

Aspirasi mereka (APPEC) telah diakomodir oleh Main-Con dan Sub-Con yang mengerjakan proyek langit biru dalam kegiatan audiensi yang dilaksanakan, Jumat (12 Mei 2017) di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Cilacap.

Kegiatan audiensi tersebut dihadiri Kepala Disnakerin Cilacap Kosasih,  Kordinator PLBC Sahadi, Ketua Umum APPEC Sukamto Wijaya, Ketua DPC FSP KEP Cilacap Dwiantoro Widagdo,  PT Eptco, PT Encona, PT SSA, dan JGC Corporation selaku Main-Con.

Menurut Kepala Disnakerin Cilacap, Kosasih, hasil pertemuan hari ini sudah disepakati dan dibuat dalam satu notulen, bahwa yang pertama kita berpikir kedepan bagaimana para tenaga eks proyek  Cilacap ini, bisa ikut bekerja di proyek langit biru Cilacap.

Setelah pertemuan ini, lanjut Kosasih, kedepan akan ditindaklanjuti kembali dari Main-Con dan masing-masing Sub-Con bersama APPEC untuk mengadakan pertemuan. Pertemuan itu untuk merinci kebutuhan tenaga kerja kedepan.

"Spesifikasi keahliannya apa, kapan waktunya nanti diadakan pertemuan antara APPEC dan warga masyarakat lainnya yang ada di Cilacap dengan perusahaan-perusahaan yang akan memperkerjakan di proyek langit biru," ujarnya.

Disebutkan Kosasih, dari situ nantinya akan diadakan rekrut tenaga kerja, butuhnya berapa kemudian dites dan diumumkan, baru masuk untuk bekerja disana. "Nantinya prosesnya seperti itu," tuturnya.

Menurut Kosasih, prosesnya masih agak panjang, karena sampai lebaran, belum ada penambahan tenaga kerja. Jika ada penambahan atau pergantian pun yang dibutuhkan hanya satu atau dua pekerja saja. "Dimungkinkan setelah lebaran baru ada perengkrutan tenaga kerja," ujarnya.

Kosasih menerangkan, tugas kita memfasilitasi saja, setiap ada lowongan pekerjaan supaya disampaikan kepada dinas dan nantinya diumumkan secara luas. Bukan hanya APPEC saja, tapi untuk seluruh masyarakat Cilacap.

"Porsi tenaga kerja Cilacap harus lebih besar. Saat ini posisinya 65,48 % warga Cilacap yang bekerja disana. Bahkan di perusahaan-perusahaan atau subkon tertentu sudah ada 70 %. Harapan saya, prosentasinya bisa lebih meningkat sesuai kebutuhan dan keahliannya," ucapnya.

Kosasih juga berharap, warga Cilacap terus bisa direkrut sesuai kebutuhan, karena pekerjaan proyek ini tinggal 13 bulan selesai. Dalam kurun waktu 13 bulan ini dari pekerjaan dan keahlian tertentu bisa menyerap masyarakat yang belum bekerja disana.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Umum APPEC, Sukamto Wijaya, dalam pertemuan ini sudah membuahkan hasil. Pertemuan ini, hasil tindak lanjut dari audiensi APPEC dengan Pimpinan DPRD, Jumat (05 Mei 2017) lalu.

"Hari ini, kita dipertemukan kembali dengan Main-Con, Sub-Con. Alhamdulillah sudah ada titik terang, bahwa manakala dulu kita datang ke para pemangku kebijakan baik Main-kCon maupun Sub-Con kita masih dipandang sebelah mata," ujarnya.

Dijelaskan Sukamto, tapi setelah ada audensi dan kesepakatan disini. Mereka terbuka tentang kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan. "Disisi lain, kita juga siap untuk menyuplai tenaga kerja profesional yang dibutuhkan oleh mereka," ujarnya.

Sukamto menilai, Cilacap dengan tenaga yang memiliki ketrampilan (skill) yang ada, dari manager sampai helper untuk proyek baik PLBC maupun kedepan mega proyek (Aramco) yang melibatkan tenaga kerja sekitar 25 ribu pekerja, bisa selesai dikerjakan tanpa menggunakan tenaga kerja dari luar Cilacap.

"APPEC adalah satu elemen yang ada di Cilacap. Jadi saya sebagai Ketum APPEC tidak menutup masyarakat luas yang bergerak dibidang LSM atau lembaga yang lain, ketika mengatasnamakan Cilacap," ujarnya.

Sukamto juga menuturkan, jadi mohon maaf yang mendapat porsi disini bukan hanya APPEC saja. "Jangan ada yang salah pengertian. APPEC membuka lebar-lebar bagi semua elemen dan masyarakat Cilacap untuk kepentingan bersama, memajukan atau mengakomodir tenaga lokal Cilacap. Jadi jangan salah arti," ungkapnya.

Sukamto juga menegaskan, APPEC bukan satu-satunya yang memperjuangkan kepentingan masyarakat Cilacap. Semua elemen yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat Cilacap, APPEC welcome jadi tidak ada pembatasan.

"Spesifikasi APPEC ialah alisiansi pekerja proyek Cilacap, tentunya yang disodorkan oleh APPEC tenaga yang sudah profesional," terangnya.

Sementara menurut Kordinator PLBC, Sahadi, pihaknya tetap berpedoman dimana kaki menginjak, langit dijunjung. Kita berada di Cilacap, maka harus mengakomodir aspirasi tenaga lokal disini.

"Silahkan saja berdiskusi antara APPEC dengan Main-Con maupun Sub-Con kita. Harapan kami kepada Subkon dalam pekerjaaan proyek langit biru harus tepat waktu. Saat ini tenaga kerja yang terakomodir sudah 65 persen pekerja Cilacap," ujarnya. // wd.